Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 16:41 WIB

'Penumpang Gelap' BPN Sempat Hasut Prabowo

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 04:05 WIB
'Penumpang Gelap' BPN Sempat Hasut Prabowo
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco menyebut ada 'penumpang gelap' di dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Ia menyatakan kelompok ini juga sempat menghasut Prabowo untuk mengorbankan ulama dan kaum emak-emak.

"Sesudah MK masih ada tuh, ada yang ngomong sama Prabowo, 'Pak, kalau mau rakyat marah, ulama dan emak-emak disuruh ke depan biar jadi korban, rakyat marah.' Prabowo pikir, 'Emang gue bodoh? Kan kasihan emak-emak, ulama mau dikorbankan,'" katanya di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Atas dasar itu, Sufmi menybut, Prabowo Subianto akhirnya merencanakan sebuah akselerasi yang dianggapnya semakin membuat para 'penumpang gelap' itu kecewa. Prabowo pun akhirnya mengatur pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun MRT.

"Untuk keutuhan NKRI, bukan mau minta menteri. Dirancanglah pertemuan rekonsiliasi secara diam-diam, senyap, tiba-tiba untuk persatuan bangsa ketemulah dua tokoh itu di MRT," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco menyindir dugaan adanya 'penumpang gelap' di dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Menurutnya, 'penumpang gelap' itu mencoba memanfaatkan Prabowo untuk kepentingan mereka.

"Tadi dibilang soal 'penumpang gelap', bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, Bos, dia bilang sama kita, 'Kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan nggak terduga.' Dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari," katanya di Jakarta, Jumat (9/8/2019). [hpy]

Komentar

x