Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 01:33 WIB

Gerindra-PDIP Koalisi di Surabaya?

Oleh : Happy CH Karundeng | Jumat, 9 Agustus 2019 | 05:04 WIB
Gerindra-PDIP Koalisi di Surabaya?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Politikus Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Surabaya Endi Suhadi mengatakan ada kemungkinan partainya akan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait penyusunan alat kelengkapan DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024.

Ia menjelaskan, situasi politik saat ini sudah jauh berubah pasca pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati beberapa waktu lalu.

"Kemungkinannya malah kami bisa berkoalisi dengan PDI perjuangan, karena di tingkat atas sudah selesai dan bisa menyatu," katanya di Surabaya, Kamis (8/8/2019).

Ia menyatakan, mencairnya suasana politik nasional antara Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan di tingkat pusat, besar kemungkinan akan merambah ke lingkup DPRD Surabaya untuk periode 2009-2024.

Sementara itu, Pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surochim Abdul Salam mengatakan kendati PDI Perjuangan memegang mayoritas kursi di DPRD Surabaya, bukan berarti tantangannya ringan dalam dinamika kekinian politiknya.

"Faksi-faksi yang ada di PDI Perjuangan Surabaya masih dalam proses menyatukan kembali pasca-penugasan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya," katanya.

Menurut dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini, soliditas 15 anggota dewan dari PDI Perjuangan ini akan sangat bergantung kepada konsolidasi yang dilakukan DPC baru dibawah kepemimpinan Adi Sutarwijono.

"Jika mas Adi Sutarwijono bisa mulus membangun komunikasi dengan pasukan Wishnu Sakti Buana (Ketua DPC PDI Perjuangan periode 2014-2019), maka peluang untuk solid dan menguasai DPRD Surabaya kian terbuka," katanya.

Sebaliknya, ia menilai jika konsolidasi itu masih belum mulus maka potensi untuk faksional di internal PDI Perjuangan akan terlihat di DPRD Surabaya.

"Mas Adi punya tugas yang lumayan menantang menurut saya untuk membangun dan mencairkan komunikasi dengan para pendukung mas Whisnu, mengingat hubungan yang erat di antara mereka. Kuncinya ada di harmonisasi kekuatan faksi," ulasnya. [beritajatim]

Komentar

x