Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:19 WIB

5 Kecamatan di Ciamis Krisis Air Bersih

Kamis, 8 Agustus 2019 | 19:32 WIB
5 Kecamatan di Ciamis Krisis Air Bersih
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Ciamis - Musim kemarau yang cukup panjang membuat 5 dari 26 Kecamatan di wilayah Ciamis, Jawa Barat mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

BPBD Kabupaten Ciamis menyebut musim kemarau di Kabupaten Ciamis berdasarkan perkiraan BMKG berlangsung sampai Oktober.

"Puncak musim kemarau di Ciamis perkiraan BMKG pada bulan Agustus ini. Untuk awal musim hujan diperkirakan bulan November," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis Ani Supiani di BPBD Ciamis, Kamis (8/8/2019).

Hingga saat ini, BPBD setempat mendapar laporan ada 5 Kecamatan yang kekeringan air bersih. Li.a kecamatan itu adalah Ciamis, Pamarican, Cijeungjing, Cikoneng dan Cidolog. Sampai saat ini BPBD Ciamis telah mendistribusikan 222 ribu air bersih.

"Kecamatan Pamarican terutama di Desa Margajaya paling parah terdampak kekeringan. Warga harus mengambil air 2-5 kilometer. Memang kondisi di sana sumur warga sudah mengering," ujar Ani.

Surat edaran Bupati Ciamis untuk warga setempat juga telah disebar yang berisi imbauan agar warga bisa menghemat air mengingat kemarau masih panjang. Terkait dengan gerakan sedekah air, BPBD meminta semua pihak berkoordinasi dengan BPBD agar penyaluran air bersih tepat sasaran dan menentukan skala prioritas berdasarkan hasil survey di lokasi.

"Data harus satu pintu, kalau ada laporan kekurangan air koordinasi dengan BPBD. Kalau mau menyedekahkan air kabari BPBD supaya dicatat," katanya. [ton/adc]

Komentar

Embed Widget
x