Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:36 WIB

Curi Alat Deteksi Gempa demi Narkoba & Sewa Warnet

Selasa, 30 Juli 2019 | 20:32 WIB
Curi Alat Deteksi Gempa demi Narkoba & Sewa Warnet
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelaku pencurian alat deteksi gempa di Palu berinisial AP (14) hingga kini masih dimintai keterangan.

AP merupakan warga Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kepada polisi, AP mengaku nekat mencuri alat deteksi gempa bersama dua rekannya yang masih buron.

Setelah itu, barang curian langsung ke penjual bernama Sofian alias Opan. Kemudian uang hasil penjualannya digunakan untuk membeli narkoba, menyewa warnet dan sebagian lagi untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Awalnya, AP dan temannya menjual seharga Rp350 ribu, namun ditolak oleh Opan. Tak lama ia kembali lagi membawa alat tersebut dan menjualnya seharga Rp100 ribu," ujar Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri.

Setelah diamankan polisi, AP mengaku jera atas apa yang dilakukannya dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Namun AP tetap harus menjalani peradilan meski masih di bawah umur.

"AP tetap menjalani proses peradilan, namun mendapat dampingan dari orangtua," tambahnya.

Sebelumnya alat deteksi gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu hilang dicuri oleh tiga orang pelajar SMP di Palu. Hilangnya alat tersebut mengakibatkan BMKG Palu kesulitan mencatat akurasi gempa.

Polisi pun mengamankan pelaku berinisial A (14) dan seorang penadah bernama Sofian alias Opan (43).

Atap perbuatannya, AP dijerat Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. Sedangkan Sofian dijerat Pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. [adc]

Komentar

Embed Widget
x