Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:36 WIB

Warga NTT di Gresik Nekat Naik Atap Rumah Curi HP

Minggu, 28 Juli 2019 | 18:30 WIB
Warga NTT di Gresik Nekat Naik Atap Rumah Curi HP
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Gresik - Seorang warga asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Godif Andrianus (44) yang menyewa rumah kos di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur mencuri ponsel milik M.Saiful (35) warga Perum Emerald Residence blok C1/35 Gresik.

Pelaku nekat masuk ke dalam rumah korban dengan cara menaiki atap rumah. Akibat perbuatannya itu, Andrianus terpaksa berurusan dengan polisi dan langsung dijebloskan ke penjara beserta barang bukti tiga ponsel yang dicuri.

Kasus pencurian terungkap saat pelaku masuk ke rumah korban tanpa permisi. Pelaku nekat masuk ke rumah melalui atap rumah lantai atas yang belum ada pintunya. Selanjutnya, Andrianus masuk ke kamar dan melihat korban sedang tertidur lelap.

Tanpa berpikir banyak, dia mencuri dua ponsel milik korban yang diletakkan di meja. Setelah itu, pelaku keluar rumah, dan masuk ke dalam rumah yang bersebelahan dengan rumah korban, melalui atap rumah di lantai dua tanpa ada pintunya.

Pelaku lalu turun ke lantai satu dan melihat satu buah ponsel serta uang Rp70 ribu. Dia mengambil kemudian keluar lagi melalui atap rumah di lantai dua dan meninggalkan rumah korban.

Merasa ponselnya dicuri orang, korban M.Saiful melaporkan kejadian ini ke Polsek Kebomas. Mendapat laporan kasus pencurian, sejumlah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban. Setelah itu, petugas memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti pemeriksaan. Hasilnya, mengarah pada Andrianus.

Tak mau kehilangan buruannya, petugas menyergap Andrianus di tempat kosnya. Dari hasil itu, ditemukan tiga buah ponsel milik korban. Kanit Reskrim Polsek Kebomas Ipda Bakri menuturkan, pelaku seorang diri saat melakukan tindak pencurian.

"Dari hasil pemeriksaan pelaku seorang diri sewaktu masuk dan mencuri ponsel milik korban," tuturnya, Minggu (28/07/2019).

Sementara itu, pelaku dihadapan penyidik mengaku dirinya terpaksa mencuri karena kepepet kebutuhan sehari-hari. "Saya terpaksa mencuri buat tambahan kebutuhan sehari-hari. Sebab, gaji di perusahaan belum mencukupi," pungkas Andrianus. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x