Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 01:25 WIB

Rachmawati Sarankan Gerindra Kembali Oposisi

Sabtu, 27 Juli 2019 | 23:00 WIB
Rachmawati Sarankan Gerindra Kembali Oposisi
Wakil Ketua Umum Gerindra Rachmawati Soekarnoputri

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Rachmawati Soekarnoputri berharap, partainya brada di luar pemerintahan pada rezim Jokowi-Maruf. Sebagai kader yang dipercayakan Prabowo di bidang ideologi, ia menilai visi misi Gerindra yang melaksanakan Trisakti ajaran Bung Karno tidak sesuai dengan pemerintahan saat ini.

"Kalau dilihat dari hasil visi misi, ada baiknya kita berada di luar sistem sekarang, karena sulit sekali memadukan gitu, sekarang yang berlaku adalah neolib, liberal kapitalisme, sedangkan Gerindra mempunyai misi adalah membangun masyarakat adil makmur sesuai nama koalisi adil makmur, itu bedanya," kata Rachmawati usai bertemu Prabowo di kediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019).

Ia pun mengakui, dalam sistem demokrasi yang dianut Bung Karno memang tidak ada istilah oposisi. Namun, setiap warga berhak bertukar pikiran untuk kemajuan bangsa.

"Kita sih sebagai warga negara yang baik sharing pikiran ya memang hak kita juga kan menyatakan pendapat kita mau oposisi memang di dalam sistem demokrasi kita menurut Bung Karno nggak ada istilah oposisi. Kita sebagai bagian critical cooperation, karena kita berada di dalam, cuma kita punya visi misi yang mungkin sekarang ini berbeda gitu, nah ini harus kita luruskan untuk kepentingan rakyat, rakyat yang merasa ke depannya gimana," ungkapnya.

"Kita memposisikan diri kita ini sekarang ini melihat sistem yang berlangsung adalah antitesa. Kan begitu dan itu yang harus kita bicarakan ke depan bagaimana untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang sekarang ini meliputi kondisi kebangsaan kita," tandasnya.

Prabowo sendiri sebelumnya sempat bertemu dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarmoputri. Dari dua pertemuan itu, memunculkan spekulasi bahwa Gerindra akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf. Meski begitu belum ada keputusan resmi dari kedua belah pihak yang pernah bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019 itu. [fad]

Komentar

x