Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 03:43 WIB

Program Bupati Bojonegoro Dinilai Tidak Pro Rakyat

Kamis, 25 Juli 2019 | 19:36 WIB
Program Bupati Bojonegoro Dinilai Tidak Pro Rakyat
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAH.COM, Bojonegoro - Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito menilai bahwa program prestisius era kepemimpinan Bupati Anna Muawanah tidak berpihak kepada kebutuhan rakyat.

Dua program dengan nilai anggaran besar yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat yakni pembangunan jalan nasional Bojonegoro Babat dan rencana pembelian kereta api.

"Itu juga beberapa pembangunan prestisius yang tidak pro rakyat," katanya, Kamis (25/7/2019).

Sebagai Anggota Legislatif, Anam mengaku sudah menyarankan agar rencana pembangunan jalan nasional Bojonegoro Babat dan rencana pembelian kereta api ditunda dan dialihkan untuk pemberdayaan rakyat guna mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

"Namun bupati masih ngotot dan mengatakan kedua rencananya itu sah dan tetap akan dilaksanakan," ujar Politisi Partai Gerindra.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro rencananya juga akan membeli kereta api senilai Rp40 miliar milik PT Industri Kereta Api Madiun (INKA). Pembelian kereta api ini menurutnya, harus sesuai dengan kebijakan strategis, serta dampak sosial bagi rakyat.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dalam kesempatannya mengatakan, rencana pelebaran jalan nasional tersebut sudah mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pelebaran jalan nasional itu akan dibangun menggunakan dana APBD bukan menggunakan dana APBN.

Pelebaran jalan nasional Bojonegoro Babat itu dari sebelumnya selebar 7 meter akan dilebarkan menjadi 9 meter.

"Pelebaran jalan ini karena sudah overload, terutama setelah Ngawi dibuka jalan tol kendaraan yang lewat semakin padat," ujarnya.

Selain itu, kata Anna Muawanah, pembangunan itu karena Bojonegoro juga memiliki Silpa yang tinggi. Pembangunan jalan ini akan dianggarkan pada APBD 2020, sehingga tidak mengurangi APBD 2019. [beritajatim]

Komentar

x