Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 01:30 WIB

38 Kilo Sabu Diamankan BNN-Bea Cukai di Kaltara

Senin, 22 Juli 2019 | 04:04 WIB
38 Kilo Sabu Diamankan BNN-Bea Cukai di Kaltara
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menggagalkan pengiriman sabu seberat 38 kilogram, ke Samarinda, Kaltim.

Tim gabungan yang juga turut dibantu Satlantas Polres Tanjung Selor, mengamankan barang haram tersebut dari dalam mobil minibus berwarna putih di Jalan Jelarai Raya, Kalimantan Utara, Sabtu (20/7/2019).

"Setelah dilakukan peneriksaan di dalam mobil, berhasil diamankan satu orang atas nama Achmad Fathoni, penduduk Samarinda, Kaltim," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/7/2019).

Namun satu orang berhasil meloloskan diri. Arman menambahkan, kasus tersebut bisa terungkap karena adanya laporan dari warga.

"Hasil penyelidikan diketahui bahwa pada Sabtu dini hari (20/7), telah terjadi pengangkutan dan serah terima narkoba dari kapal ke kapal (ship to ship) di tengah laut perbatasan Indonesia-Malaysia dan kapal penerima langsung menuju Tanjung Selor," ujar Arman.

Sabu sedianya akan dikirimkan tujuan Samarinda dari jalur laut rute Tawau-Sebatik, Tarakan dan Tanjung Selor.

Selain sabu seberat 38 kilogram, barang bukti yang diamankan yaitu KTP atas nama tersangka, satu buah telepon seluler dan sebuah mobil minibus putih.

"Barang bukti KTP atas nama tersangka, 1 buah HP merk iPhone 7+, 1 mobil Toyota kijang Inova putih," tutur Arman.

Tersangka bersama berang bukti saat ini diamankan di Polres Tanjung Selor. BNN terus melakukan pengembangan dari penangkapan tersebut.

"Tersangka dan barang bukti diamankan sementara di Polres Tanjung Selor. Akan dikembangkan lebih lanjut untuk mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri dan diduga masih ada tersangka dan barang bukti yang berhasil lolos dari tangkapan tim BNN," tandas Arman. [fad]

Komentar

x