Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:14 WIB

Kyai di Kediri Sepakati Pengendalian Rokok

Minggu, 21 Juli 2019 | 16:01 WIB
Kyai di Kediri Sepakati Pengendalian Rokok
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Perwakilan kyai dan santri dari Pondok Pesantren Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur mengikuti pertemuan antara kyai dan santri soal pengendalian rokok di daerah tersebut.

Kegiatan diselenggarakan oleh Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) bekerja sama dengan Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI).

Festival yang diselenggarakan di Pondok Lirboyo, Jawa Timur ini merupakan rangkaian Festival Pengendalian Rokok yang diadakan di tiga kota, yaitu Jombang, Kediri, dan Jakarta.

"Kami bertujuan untuk mendorong upaya mengurangi konsumsi rokok di Indonesia. Upaya pengendalian konsumsi rokok ini sangat penting menyusul naiknya perokok remaja dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018 (Riset Kesehatan Dasar)," kata Nina Samidi, Communication Manager Komnas PT, Minggu (21/7/2019).

Data yang sama menunjukkan, 62,9% laki-laki dewasa di Indonesia merokok dan membuat perempuan/ibu dan anak menjadi perokok pasif dalam kesehariannya. Di sisi lain, harga rokok di Indonesia diketahui masih terjangkau.

Padahal, lanjutnya, perilaku merokok berdampak pada berbagai aspek. Tidak hanya kesehatan, tapi juga sosio-ekonomi yang dapat menurunkan kualitas hidup dan menghambat pembangunan.

Sementara itu, menurut penelitian PKJS-UI menunjukkan bahwa perilaku merokok masyarakat pra-sejahtera dapat menimbulkan masalah serius, seperti stunting.

Hal ini disebabkan pendapatan rumah tangga yang semestinya digunakan untuk belanja makanan bernutrisi tersubstitusi oleh belanja rokok.

"Berdasarkan penelitian kami dengan mengeksplorasi data Indonesia Family Life Survey, ditemukan fakta bahwa ada peningkatan pengeluaran untuk rokok, dibarengi dengan penurunan pengeluaran untuk makanan bernutrisi," tutur Dr. Renny Nurhasana, salah satu peneliti PKJS-UI.

Oleh karena itu, imbuhnya, upaya yang lebih efektif untuk menurunkan jumlah konsumsi rokok terutama di kalangan masyarakat pra-sejahtera dan remaja perlu dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan harga rokok.

"Peran para tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak perilaku merokok tentu saja sangat diperlukan saat ini," ucapnya. [berita jatim]

Komentar

x