Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 05:23 WIB

Jika Koalisi,Gerindra Diyakini Tak Jadi Ancaman

Minggu, 21 Juli 2019 | 14:30 WIB
Jika Koalisi,Gerindra Diyakini Tak Jadi Ancaman
Pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pertemuan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto bersama jajaran dewan pembina untuk membahas langkah politik menjadi koalisi atau tetap oposisi pemerintahan periode kedua Joko Widodo (Jokowi) layak diapresiasi.

Meski demikian, hasil pertemuan itu tidak memberi ketegasan posisi Gerindra apakah akan menjadi oposisi atau sebaliknya bergabung dengan koalisi pemerintah.

Pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti menilai dari hal ini, dapat dibaca bahwa kehendak Gerindra punya kecenderungan untuk ikut serta dalam koalisi pemerintahan Jokowi.

"Jika dibuat dalam persentase, saya kira keinginan bergabung dengan pihak 01 bisa mencapai 60%. Tentu saja, sisanya tergantung pada negosiasi berikutnya. Masih ada waktu maksimal tiga bulan ke depan untuk saling menjajaki, apakah akan bergabung atau jadi oposisi," ujar Ray, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Ia menambahkan, jika akhirnya Gerindra masuk koalisi, nampaknya tidak akan ada jatah kursi kabinet bagi parpol yang akan dibagi oleh Jokowi.

"Karena itulah kehadiran Gerindra tidak terlihat sebagai ancaman bagi partai-partai koalisi 01. Dikarenakan itu pulalah, 60% wajah kabinet akan diisi oleh perwakilan parpol. Sisanya, baru ke non parpol," urainya.

Komentar

x