Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 21:19 WIB

Presiden Minta Kasus Novel Selesai Dalam 3 Bulan

Kapolri Harus Fokus Lanjutkan Temuan TPF

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:33 WIB
Kapolri Harus Fokus Lanjutkan Temuan TPF
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan selesai dalam 3 bulan ke depan.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap Tito mampu memenuhi permintaan Jokowi.

"Perintah Presiden sudah jelas, di beri waktu dengan target 3 bulan ini untuk mengetahui perkembangannya, ya Kapolri harus bisa memenuhi hal tersebut, apa perkembangan yang signifikan dalam penanganan perkara NB," kata anggota Kompolnas, Andrea Poeloengan dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019.

Andrea mengatakan tim teknis yang dibentuk Polri untuk menindaklanjuti temuan TPF untuk bekerja menelusuri temuan 6 kasus yang ditangani Novel yang disebut sebagai pemicu serangan teror tersebut.

"Sebaiknya saran saya Kapolri memerintahkan agar tim teknis berfokus kepada keterkaitan 6 perkara High Profile yang ditemukan oleh TGPF," ucap Andrea.

Selain itu, Novel yang menyebut-nyebut kasus 'buku merah' karena kasusnya tak juga diungkap juga perlu dialami oleh tim teknis. Ia pun memberi saran agar tim teknis dikategorikan menjadi 7.

"Dan tidak hanya itu, karena kemudian Sdr Novel menambahkan 1 kasus High Profile lagi yaitu mengenai kasus "Buku Merah". Maka sebaiknya "Tim Teknis" melakukan Lidik/Sidik terhadap 7 kasus, bukan hanya 6 kasus. Jadi termasuk juga penanganan terhadap kasus High Profile versi sdr Novel sebagai korban, yaitu "Kasus Buku Merah" tuturnya.

"Lebih teknis lagi mungkin agar dapat mempercepat pengungkapannya dalam 3 bulan ini, perlu dibuat 7 tim teknis dari Polri yang independen dan tidak memiliki potensi benturan kepentingan langsung," sambung dia.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 di dekat kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarat Utara. Saat itu, Novel baru saja pulang usai sholat subuh di dekat rumahnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun membentuk TPF yang berisikan Komnas HAM, Kompolnas, Ombudsman dan pihak lainnya. TPF ini telah bekerja selama 6 bulan sejak 8 Januari 2019. Temuan-temuan ini telah diserahkan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan merekomendasikan Polri untuk membentuk tim teknis spesifik untuk mendalami temuan-temuan dari TPF.

Presiden Jokowi merespon kinerja TPF. Ia mengucapkan terima kasih atas kinerja TPF yang berisikan pakar. Jokowi juga meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap kasus Novel dalam waktu 3 bulan ke depan.

Komentar

x