Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 05:24 WIB

Dendam Alasan Pelaku Lempar Molotov di Magelang

Oleh : Aris Danu | Jumat, 19 Juli 2019 | 12:12 WIB
Dendam Alasan Pelaku Lempar Molotov di Magelang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Magelang - Dua pelaku pelemparan bom molotov di Kantor Satlantas Polres Magelang Kota dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Rohman Abdul Rohim dan Angga Putra Pamungkas alias Bedes nekat melakukan aksinya karena dendam.

Kedua pelaku yang merupakan warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang diketahui sebagai residivis yang telah beberapa kali keluar masuk penjara.

"Atas nama RAR (27) dan APP alias Bedes (24). Kedua orang tersebut adalah residivis. RAR residivis telah 3 kali, bolak-balik masuk Lapas, 2 kali kasus penganiayaan dan sekali kasus UU Narkotika. Untuk APP merupakan residivis kasus pidana dan kasus penganiayaan," kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi, Jumat (19/7/2019).

Dari penangkapan keduanya, polisi mengamankan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam yang digunakan oleh pelaku sebagai sarana untuk melakukan upaya pembakaran dengan melempar molotov.

Selain itu juga diamankan kemeja, jaket celana jeans dan sepatu yang semuanya dipakai pelaku saat beraksi.

Kepada polisi, pelaku Rohman mengaku sebagai yang berinisiatif melakukan aksi karena dendam. Pelemparan ke kantor Satlantas didorong rasa jengkel karena adik Rohman pernah ditilang oleh anggota Satlantas beberapa waktu sebelumnya.

"Untuk motif yang pertama pelemparan di (Kantor) Unit Laka Lantas, pengakuan dari tersangka adalah beberapa waktu yang lalu adik daripada pelaku ini (Rohman) pernah ditilang oleh Unit Lantas Polres Magelang Kota, tidak bisa diselesaikan,"jelasnya.

Sedangkan motif pelemparan di rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, karena pernah ada perselisihan antara Rohman dengan salah satu pendukung caleg di Kota Magelang.

"Pernah ada permasalahan perselisihan yang diselesaikan secara kekeluargaan, namun yang bersangkutan tidak diopeni pada penyelesaian secara kekeluargaan tersebut. Tidak ada unsur politik, unsurnya masih dendam pribadi," terang Idham.

Komentar

x