Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 02:32 WIB

Anies Pamer Cara Jakarta Atasi Macet Di Columbia

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 18 Juli 2019 | 03:10 WIB
Anies Pamer Cara Jakarta Atasi Macet Di Columbia
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuliskan pengalaman saat dirinya menghadiri dan menjadi keynote di World City Summit di Medellin, Colombia.

Di Instagram pribadi, Anies membeberkan persoalan transformasi kota dan pembangunan masyarakatnya di Jakarta salah satu di bidang angkutan umum masal.

"Kemajuan dibidang transportasi di Jakarta ini memang menarik perhatian karena hadirnya program Jak-Lingko direspon positif oleh publik Jakarta, dimana jumlah pengguna kendaraan umum di Jakarta semula 123 juta penumpang di tahun 2016, lalu melonjak menjadi 189 juta di tahun 2018 dan diproyeksikan menjadi 255 juta di tahun 2019," tulis di Instagram pribadinya @aniesbaswedan_ seperti dikutip INILAHCOM, Rabu (17/7/2019).

Ini menunjukkan bahwa kita on the right track dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya, dan itu artinya bisa mengurangi polusi udara yang akhirnya bisa memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Sebagai salah satu kota Megapolitan terbesar di dunia belahan selatan, Anies optimis terobosan yang dilakukan di Jakarta bisa bermanfaat bagi kota-kota lain di dunia

"Ini sekaligus membuktikan bahwa kita adalah warga kota, warga negara dan warga dunia. Kita peduli pada semuanya.," tulisnya.

Tak lupa, Anies memposting sejumlah foto-foto kegiatan saat dirinya menjadi keynote Address dalam event tersebut.


Keynote Address di World City Summit di Medellin, Colombia. Pertemuan global seperti ini bukan saja menjadi ajang tukar menukar pengalaman, ini juga jadi ajang bagi kita untuk ikut kontribusi bagi kemajuan dunia. Sebuah kehormatan tersendiri bahwa Walikota Seoul dan Gubernur Jakarta menjadi pemberi keynote address dalam pertemuan global ini. Dalam kesempatan ini menjelaskan tentang transformasi kota dan pembangunan masyarakatnya di Jakarta, termasuk di bidang angkutan umum masal. Kemajuan di bidang transportasi di Jakarta ini memang menarik perhatian karena hadirnya program Jak-Lingko direspon positif oleh publik Jakarta, dimana jumlah pengguna kendaraan umum di Jakarta semula 123 juta penumpang di tahun 2016, lalu melonjak menjadi 189 juta di tahun 2018 dan diproyeksikan menjadi 255 juta di tahun 2019. Ini menunjukkan bahwa kita on the right track dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya, dan itu artinya bisa mengurangi polusi udara yang akhirnya bisa memperbaiki kualitas udara kita di Jakarta, insyaAllah. Berbagi gagasan dan pengalaman seperti ini adalah bagian dari kontribusi kita pada dunia. Dan seperti ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan berdirinya negara dan pemerintahan: "ikut melaksanakan ketertiban dunia". Indonesia adalah negara terbesar keempat, Jakarta adalah kota megapolitan terbesar di dunia belahan selatan. Jangan sampai justru dipandang sebagai bangsa yang tidak peduli dengan permasalahan bersama masyarakat dunia. Terobosan-terobosan yang kita bagikan, bisa jadi bahan yang bermanfaat bagi semua. Ini sekaligus membuktikan bahwa kita adalah warga kota, warga negara dan warga dunia. Kita peduli pada semuanya. Semoga Jakarta terus bisa makin maju, dan warganya makin bahagia. Amin.... #WCSMF2019

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on


Komentar

x