Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 02:30 WIB

Pegawai KPK Minta Polisi Ungkap Pelaku Teror Novel

Oleh : Ivan Sethiadi | Selasa, 16 Juli 2019 | 23:40 WIB
Pegawai KPK Minta Polisi Ungkap Pelaku Teror Novel

INILAHCOM, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Kepolisian untuk mengumkan nama pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan pada konferensi pers Rabu (17/7/2019) besok.

Diketahui, Kepolisian berencana menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar terkait kasus Novel.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi. Tapi juga sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan juga terdiri dari tim pakar dan juga tim kepolisian," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Dengan disebut nama pelakunya, lanjut Yudi, polisi dapat bergerak cepat untuk menangkap dan mengadili, baik itu pelaku lapangan maupun aktor intelektual. Menurut dia masyarakat sangat menanti nama pelaku penyarangan Novel.

"Seperti saya sampaikan bahwa terungkapnya pelakunya bang Novel tentu akan menjadi terbukanya Kotak Pandora terhadap pelaku pelaku teror yang lainnya," ucapnya.

Menurut Yudi jika tidak ada pengumuman nama penyerang Novel, maka tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal untuk menemukan pelakunya. Bila demikian, Yudi menuntut agar Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta independen yang langsung bertanggung jawab kepada presiden.

Selain itu, Yudi juga meminta kepada kepolisian dan tim pakar untuk memperjelas apa motif politik dibalik penyerangan Novel. Diketahui tim gabungan bentukan Tito sempat menyebut ada motif politik dibalik penyerangan Novel.

"Yang artinya bahwa motif politik ini harus diperjelas Siapa yang bermain dalam politik ini jangan sampai nanti ada tuduhan-tuduhan terhadap bang novel. Bang novel adalah korban dan sudah 820 hari lebih Kami mencari siapa pelakunya," ujarnya.

Kepolisian berencana akan menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Pakar pada Rabu (17/7/2019).

Tim gabungan ini dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian lewat Surat Keputusan nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019. Tim yang beranggotakan 65 orang memiliki masa tugas selama enam bulan dan sudah habis pada 7 Juli 2019. [hpy]

Komentar

x