Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 02:28 WIB

Pembahasan Amnesti Baiq Nuril Ditargetkan 25 Juli

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 16 Juli 2019 | 19:52 WIB
Pembahasan Amnesti Baiq Nuril Ditargetkan 25 Juli
Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto (tengah) - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)

INILAHCOM, Jakarta - DPR akan mengebut pembahasan amnesti untuk terpidana kasus UU ITE Baiq Nuril. Pembahasan amnesti ditargetkan selesai sebelum 25 Juli mendatang.

"Di dalam rapat Bamus tadi diputuskan bahwa ini akan dibahas di Komisi III, sehingga barusan saja saya juga menandatangani surat untuk pembahasan masalah pertimbangan amnesti dari Ibu Baiq Nuril yang tentunya meminta pertimbangan dari pemerintah, dari Pak Presiden Jokowi," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Target 25 Juli karena DPR akan kembali memasuki masa penutupan sidang. Agus menyatakan keputusan menerima atau menolak amnesti akan dilakukan pada rapat paripurna terakhir.

"Rasanya InsyaAllah secepatnya harus dibahas karena penutupan masa sidang itu tanggal 25 Juli tahun 2019 sehingga nanti harus diputuskan pada rapat paripurna terakhir di tanggal 25 Juli tahun 2019," ujarnya.

Seperti diketahui, Baiq Nuril mengalami pelecehan seksual secara verbal oleh mantan kepala sekolah SMAN 7 Mataram, atas nama Muslim. Dia sempat merekam pembicaraan tersebut dan memberikan kepada Imam Mudawin sebagai saksi, sehingga rekaman tersebut tersebar. Ia pun dilaporkan atas pelanggaran UU ITE dan harus menghadapi persidangan.

Pengadilan Negeri (PN) Mataram sempat membebaskan Nuril pada tahun 2017 silam. Namun, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan kasasi.

MA mengabulkan kasasi jaksa dan menghukum Nuril 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan penjara. Baiq Nuril dikenakan pelanggaran Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE. [adc]

Komentar

x