Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 02:23 WIB

Gambaran Gempa di Badung & Nusa Dua Berskala V MMI

Selasa, 16 Juli 2019 | 16:13 WIB
Gambaran Gempa di Badung & Nusa Dua Berskala V MMI
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang Pulau Dewata, Bali pada Selasa (16/7/2019) pagi. Adapun wilayah yang sangat merasakan getaran gempa yakni Badung dan Nusa Dua.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto mengatakan getaran gempa di beberapa wilayah Bali dirasakan sejumlah warga yang berlokasi tak jauh dari titik gempa. Getaran gempa yang dirasakan warga diketahui berdasarkan kekuatan Modified Mercalli Intensity (MMI).

"Dirasakan di Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, Lumajang I-II," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan Skala MMI dapat digambarkan dengan keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa.

I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI: Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI: Hancur sama sekali, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sebelumnya gempa terjadi pada Selasa (16/7/2019) pukul 07.18 WITA berlokasi di 9.11 Lintang Selatan, 114.54 Bujur Timur dan 83 kilometer Barat Daya Nusa Dua dengan kedalaman 68 kilometer.

Belum diketahui perihal adanya korban jiwa serta bangunan yang rusak akibat gempa, namun BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. [adc]

Komentar

x