Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 02:27 WIB

Sulut Butuh Bantuan Pusat Kembangkan Pariwisata

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 16 Juli 2019 | 01:04 WIB
Sulut Butuh Bantuan Pusat Kembangkan Pariwisata
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan pemerintah daerah perlu bantuan dana dari pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan wisata.

Karena, kata dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak cukup untuk mengembangkan seluruh kawasan wisata di Sulawesi Utara.

"Dana APBD kita kecil, tanpa ditopang pusat tidak bisa jalan," kata Olly di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sudah melakukan penataan kawasan wisata dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara terbatas.

"Kami sudah memulai pengembangan SDM, orang sudah kita kirim ke Cina untuk belajar bahasa Cina selama dua tahun, jalan sudah kita perbaiki," ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengembangkan destinasi pariwisata di Indonesia. Bahkan, Jokowi sudah mengunjungi beberapa daerah untuk melihat langsung progres pengembangan destinasi wisata antara seperti Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo.

Menurut dia, tiga tahun lalu pemerintah menginginkan pembangunan 10 destinasi baru atau Bali baru dan saat ini baru bisa memberikan prioritas terhadap lima tempat wisata terlebih dahulu.

"Saya enggak ke Borobudur karena sudah pernah bolak balik kesana, sudah tahu masalahnya," kata Jokowi.

Di samping itu, Jokowi meminta pemerintah daerah ikut serta mengembangkan kawasan wisata di masing-masing daerahnya. Menurut dia, pemerintah provinsi harus turun ke bawah dan kabupaten/kota diajak membenahi.

"Sehingga, orang masuk betul-betul diberikan pelayanan yang baik," ujarnya.

Kemudian, Jokowi juga menyoroti kualitas sumber daya manusia agar ditingkatkan dimana pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama memberikan traning kepada masyarakat sekitar yang bekerja di sektor pariwisata.

"Semua diberikan training sehingga bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan ramah tamah, melayani dengan senyuman, dan ini akan memberikan dampak yang baik," tandasnya. [hpy]

Komentar

x