Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 05:32 WIB

Struktur Bata Kuno Ditemukan di Jombang

Selasa, 16 Juli 2019 | 01:18 WIB
Struktur Bata Kuno Ditemukan di Jombang
(beritajatim)

INILAHCOM, Jombang - Setelah saluran irigasi yang diduga peninggalan zaman kerajaan Majapahit ditemukan, kini giliran struktur bata kuno dengan ukuran lebih besar juga ditemukan.

Penemuan itu tidak jauh dari lokasi pertama, yakni di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Temuan baru ini setelah pihak desa melakukan upaya penggalian dengan alat berat untuk mengetahui sejauh mana dasar putusnya saluran irigasi kuno (temuan awal) tersebut berujung. Penggalian itu disaksikan petugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang dan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jatim.

Kepala Desa Kesamben Wandoko Suntowo Yudha megatakan, dalam penggalian ini pihaknya medapati ada struktur bangunan dengan ukuran maupun diameter lebih besar dari temuan awal. Bentuknya nampak tidak jauh berbeda dengan temuan awal yang mirip saluran irigasi.

Hanya saja, struktur bata kuno yang ada di sisi timur sendang ini ukurannya lebih besar dan bahkan cenderung mirip kolam atau bak kontrol. "Dalam pengerukan, kita menggunakan alat berat dan cangkul. Kita sudah kordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang serta BPCB Jatim," kata Wandoko, Senin (15/7/2019).

Kades mengatakan, untuk menjaga struktur peninggalan kuno ini tetap utuh dan tidak sampai rusak, pihaknya meminta agar operator alat berat hati-hati dalam melakukan pengerukan. Karena sebelumnya, ada dua hingga tiga bata kuno yang pecah akibat dihantam alat tersebut.

"Makanya dalam pengerukan ini kita juga didampaingi petugas dari dua instansi tersebut. Kita juga tetap melibatkan sejumlah warga untuk proses pengerukan secara manual. Yakni menggunakan cangkul. Karena kami takut situsnya malah rusak atau terbenam," terangnya.

Sebelumnya, BPCB Jawa Timur menyebut struktur bata kuno yang ditemukan di dasar sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang, merupakan bekas saluran pendukung untuk kebutuhan air pemukiman zaman kerajaan Majapahit.

Salah satu bukti yang paling mendasar yakni adalah dari ciri dan bentuk batu bata yang cukup identik dengan era zaman Majapahit. Dimana ketebalan batu batanya sekitar 6 sentimeter dengan panjang sekitar 30 x 20 sentimeter.

Terkait pengerukan menggunakan alat berat, Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho, membenarkan bahwa pihak desa sudah melakukan kordinasi. Oleh sebab itu, BPCB meminta agar pengerukan menggunakan alat berat tersebut hanya dilakukan pada lapisan atas.

Untuk pengerukan selanjutnya dilakukan secara manual, yakni cangkul. Hal itu dilakukan untuk menghidari kerusakamn situs. Sudah begitu, dalam pengerukan tersebut BPCB juga menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan.

"Soal pengerukan, pihak desa sudah melakukan kordinasi dengan kami. Karena menggunakan alat berat, kami sudah meminta agar pengerukan dilakukan pada lapisan atas. Untuk lapisan bawahnya dilakukan secara manual. Kami juga menerjunkan petugas di lokasi untuk mendampingi," kata Wicaksono ketika dihubungi secara terpisah. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x