Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 09:27 WIB

Polri Petakan Narasi Negatif di Medsos

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 15 Juli 2019 | 20:11 WIB
Polri Petakan Narasi Negatif di Medsos
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dua tokoh yang betarung di Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan pasca gelaran pesta demokrasi selesai.

Polri sebagai garda terdepan mengamankan keamanan dalam negeri berharap situasi makin kondusif.

"Kalau di dunia nyata masih kecil, yang masif itu di media sosial masih banyak narasi-narasi yang tengah disebarkan akun-akun tertentu dan kini sedang kami mapping," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (15/7/2019).

Dedi menyebutkan di media sosial narasi-narasi negatif terkait Pilpres 2019 masih bermunculan. Hasil profiling, akun-akun tersebut sering menyebarkan narasi provokatif.

"Karena tidak menutup kemungkinan mereka ini disusupi juga oleh paham-paham ISIS atau radikal lainnya," jelas Dedi.

Dedi berharap masyarakat untuk bersikap dewasa menerima hasil Pilpres 2019. Dedi mengingatkan bahwa menyebarkan berita negatif berupa ujaran kebencian atau hoax bisa dipidana.

"Tindakan itu masih didalami oleh tim Siber, apabila ada perbuatan melawan hukum dan melanggar UU ITE dan pasal-pasal di KUHP itu terpenuhi, maka akan dilakukan penegakan hukum terhadap akun yang menyebarkan konten tersebut," ucap Dedi. [ton]

Komentar

x