Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 21:15 WIB

Belajar dari Youtube, 2 Santri Bobol Pintu Sekolah

Oleh : Aris Danu | Senin, 15 Juli 2019 | 23:25 WIB
Belajar dari Youtube, 2 Santri Bobol Pintu Sekolah
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dua santri salah satu Ponpes diamankan Polsek Ngunut Tulungagung usai tertangkap membobol SMPN 3 Ngunut. Pelaku belajar dari YouTube saat beraksi memakai penjepit kertas untuk membuka kunci pintu sekolah.

Kanit Reskrim Polsek Ngunut Iptu Heri Purwanto mengatakan, kedua pelaku yang diamankan adalah S (17) warga Blitar dan P (13) warga Lampung. Kedua santri tertangkap basah saat bersembunyi di atas almari sekolah.

"Terbongkarnya kasus pencurian ini berawal saat kedua pelaku sekitar pukul 19.00 WIB masuk ke ruang Tata Usaha (TU). Keduanya membuka kunci pintu dengan penjepit kertas," kata Kanitreskrim Polsek Ngunut Iptu Heri Purwanto, Senin (15/7/2019).

Usai membuka pintu, pelaku bersembunyi di dalam ruang TU sambil menunggu situasi aman. Nahas, penjaga sekolah juga masuk ke ruang TU untuk mengambil bantal untuk beristirahat.

"Pelaku bersembunyi di atas almari, nah sedangkan bantal yang dicari penjaga sekolah kebetulan juga di atas almari, sehingga aksi kedua pelaku ketahuan," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku sudah 5 kali melakukan aksi pencurian di SMPN 3 Ngunut dan berhasil membawa kabur berbagai barang mulai dari komputer jinjing, uang tunai hingga jajanan di kantin sekolah.

"Uang hasil pencurian itu digunakan untuk jajan dan ada juga yang digunakan untuk beli HP," ujarnya.

Heri menjelaskan, pelaku belajar menggunakan penjepit kertas untuk beraksi dari YouTube.

"Ilmu menggunakan penjepit kertas itu didapat oleh pelaku dari YouTube, kelihaian mereka cukup rapi dan tidak sampai merusak kunci," terang Heri.

Terkait kasus pencurian oleh kedua bocah tersebut, polisi memilih melakukan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sesuai dalam Pasal 1 angka 7 UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Hari ini tadi sudah kami lakukan proses mediasi dari seluruh pihak, ada pihak sekolah, orang tua pelaku, dinas sosial, dinas pendidikan maupun lembaga lain yang berwenang," tandasnya. [ton]

Komentar

x