Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:06 WIB

13 Tas Penuh Uang Disita dari Rumah Gubernur Kepri

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 12 Juli 2019 | 21:13 WIB
13 Tas Penuh Uang Disita dari Rumah Gubernur Kepri
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan daftar lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan dalam kasus suap yang melibatkan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

Penggeledahan dilakukan di empat lokasi terkiat kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018/2019 dan gratifikasi berhubungan dengan jabatan.

"Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (12/7/2019).

Hasilnya, penyidik mengamankan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing dari rumah dinas gubernur.

"Kami sedang melakukan proses perhitungan terhadap uang tersebut," ungkapnya.

Selain itu, di lokasi lain KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan yang relevan dengan kasus yang berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut.

Dari operasi senyap itu, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di Kepri tahun 2018-2019. Mereka adalah Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Budi Hartono, dan Abu Bakar.

Sementara barang buktinya, uang SGD 6.000 diduga terkait suap izin reklamasi serta SGD 43.942, USD 5.303, EUR5, RM407, Riyal500, dan Rp132.610.000 dari rumah gubernur diduga terkait gratifikasi. [adc]

Komentar

x