Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 02:20 WIB

Usai Tersangka,Gubernur Kepri Langsung Ditahan KPK

Oleh : Ivan Setiadi | Jumat, 12 Juli 2019 | 08:32 WIB
Usai Tersangka,Gubernur Kepri Langsung Ditahan KPK
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Usai ditetapkan sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Jumat (12/7/2019) dinihari.

Tersangka kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan izin lokasi reklamasi dan gratifikasi ini, ditahan di rumah tahanan (Rutan) Klas 1 cabang KPK.

"NBA ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Klas I cabang KPK (K4)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Nurdin Basirun digelandang petugas KPK menuju mobil tahanan KPK sekitar pukul 02.50 WIB. Tak ada komentar Nurdin terkait penangkapan dirinya.

Tak hanya Nurdin Basirun, KPK juga menahan tiga tersangka lainnya. Mereka yang ditahan antara lain, Abu Bakar (ABK) ditahan Rutan Klas I Jaktim cabang KPK; Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS) ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur; dan Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH) di Polres Metro Jakarta Timur.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di Kepri tahun 2018-2019.

Keempat tersangka itu ialah Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (NBA); Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); serta pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Nurdin Basirun juga dijerat dengan pasal penerima gratifikasi.

Penetapan tersangka itu berdasarkan hasil gelar pekara lembaga antirasuah, pasca operasi tangkap tangan di Kepri, Rabu, 10 Juli 2019. Dalam OTT itu, tim Satgas KPK menciduk 7 orang. KPK juga mengamankan sejumlah uang SGD 6000 dalam OTT.

KPK juga menyita duit dalam mata uang sejumlah negara. Di antaranya yakni SGD 43.942, USD 5.303, EURO 5, RM 407, Riyal 500, dan uang rupiah Rp 132.610.000. Uang itu disita setelah tim menggeledah kediaman Nurdin.

Komentar

Embed Widget
x