Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:57 WIB

Periksa Eks Kapolda Metro, Ini Penjelasan TGPF

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 11 Juli 2019 | 23:00 WIB
Periksa Eks Kapolda Metro, Ini Penjelasan TGPF
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Hendardi menjelaskan alasan memeriksa Komjen M Iriawan yang merupakan mantan Kapolda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Bahwa betul Komjen Iriawan kita periksa dalam konteks beliau sebagai Kapolda Metro Jaya, hubungannya tentu saja dengan Novel," kata Hendardi di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Menurut dia, Iriawan diperiksa bukan sebagai terduga penyiraman air keras tapi menyangkut apakah ada indikasi keterlibatan jenderal polisi lain. Maka, apabila ada informasi mengenai hal itu alangkah baiknya diberikan kepada TGPF kasus Novel.

"Pak Iriawan kami periksa menggali tentang jenderal-jenderal lain yang disebut-sebut, adakah kemungkinan keterlibatan jenderal bintang lain, itu siapa. Kalau ada petunjuk, kasih ke kami (TGPF)," ujarnya.

Kemudian, Hendardi mengatakan Iriawan diperiksa untuk mendalami tujuan atau alasannya bertemu Novel. Sebab, kala itu Iriawan pernah bertemu di rumah Novel, Polda Metro Jaya dan rumah sakit.

"Sempat bertemu Novel di rumahnya, pernah juga di Polda, dan rumah sakit. Kami periksa semuanya dalam rangka apa, kemudian saksinya ada enggak, ternyata ada dan kami periksa juga," jelas dia.

Namun demikian, Hendardi menegaskan pemeriksaan Iriawan bukan dalam status terduga penyiraman air keras kepada Novel. Menurut dia, TGPF tidak bisa menuduh seseorang tanpa alat bukti sehingga perlu minta petunjuk dari Iriawan untuk menelisik apakah ada keterlibatan jenderal polisi lain.

"Bukan dalam rangka kami duga, tapi kan waktu itu dia sebagai Kapolda mendatangi Novel dan sebelum kejadian juga pernah bertemu. Itu yang kami gali. Kami enggak bisa menuduh orang, menyangkakan kalau enggak ada bukti. Maka kami minta petunjuk," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x