Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 02:37 WIB

8 Kecamatan di Malang Terancam Kekeringan

Jumat, 12 Juli 2019 | 02:11 WIB
8 Kecamatan di Malang Terancam Kekeringan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Sedikitnya 8 kecamatan di Kabupaten Malang masuk daerah rawan kekeringan.

Masuk musim kemarau tahun ini, upaya antisipasi pun dilakukan agar warga yang tinggal di kawasan langganan kekeringan, tetap memperoleh pasokan air bersih.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, HM. Sanusi, Kamis (11/7/2019) menegaskan, pihaknya telah melakukan pemasangan Hidran Umum (HU) sebagai persiapan antisipasi dampak kekurangan air bersih. Sedangkan HU dipasang dibeberapa desa yang setiap musim kemarau selalu kekurangan air bersih.

"Diantaranya Desa Purwodadi, dipasang lima unit HU, dan Desa Sumberoto dipasang empat unit HU, yang kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Donomulyo. Karena kedua desa itu setiap musim kemarau selalu terjadi kekeringan yang otomatis warga setempat kekurangan air bersih," ungkap Sanusi.

Kata dia, di Kabupaten Malang sejauh ini, desa yang berpotensi terjadi kekeringan terdapat di 18 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Banyaknya desa yang berpotensi terjadinya kekeringan, Pemkab sudah meminta Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) untuk mempersiapkan mobil truk tangki air bersih stand by selama 24 jam.

"Truk tangki milik ke empat lembaga tersebut siap mendistribusikan pada desa yang mengalami kekeringan. Sehingga mobil truk tangki yang kita siapkan jumlahnya 10 unit truk tangki dengan kapasitas 4000 sampai 5000 liter air bersih," terang Sanusi.

Sanusi melanjutkan, mobil truk tangki yang sudah disiapkan masih kurang dalam mendistribusikan air bersih pada daerah yang mengalami kekeringan, maka nantinya Pemkab akan meminta bantuan kepada pihak swasta. Seperti PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), PT Bentoel, Pabrik Gula (PG) Kebonagung, dan PG Krebet. Sedangkan bantuan itu menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR). [beritajatim]

Komentar

x