Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:20 WIB

2 Kadiv Dicopot DKPP, KPU: Sedang Kita Kaji

Oleh : Aris Danu | Kamis, 11 Juli 2019 | 18:33 WIB
2 Kadiv Dicopot DKPP, KPU: Sedang Kita Kaji
Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menjatuhkan sanksi pencopotan dua ketua divisi KPU RI dari jabatannya sebagai putusan yang sifatnya baru. Terkait hal itu, KPU akan mengkaji putusan DKPP tersebut.

"Sedang kita kaji terkait dengan putusan DKPP, karena ini putusan yang bersifat baru. Sebelumnya DKPP tidak mengambil keputusan sampai seperti ini, biasanya sampai tahapan komisioner melanggar kode etik atau tidak," kata Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan di Sleman, Yogyakarta, Kamis (11/7/2019).

Wahyu menilai keputusan DKPP menjatuhkan vonis kepada dua kadiv KPU sebagai hal baru.

"Tapi ini kan hal baru, sudah dinyatakan melanggar kode etik dan diberhentikan dari jabatan," ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu menegaskan, sanksi tersebut bukan pencopotan sebagai anggota KPU.

"Jadi perlu diluruskan, (sanksi) dicopot, diganti, diberhentikan dari ketua divisi, bukan dari anggota KPU. Jadi Bu Evi dan Pak Ilham tetap menjadi anggota KPU RI, hanya diberhentikan dari jabatan sebagai ketua divisi," paparnya.

Diuraikannya bahwa ada tujuh orang anggota KPU yang terbagi dalam beberapa divisi. Sehingga jika diberhentikan dari divisi, bukan berarti dihentikan juga sebagai anggota KPU.

"Saya misalnya, menjabat ketua divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, kampanye dan partisipasi masyarakat, jadi misalnya saya diberhentikan dari divisi saya, artinya saya tak boleh mengampu di divisi saya. Tapi saya tetap sebagai anggota KPU, hanya diberhentikan dari divisi saya dan bisa pindah divisi lain," papar Wahyu.

Diketahui, DKPP menjatuhkan sanksi kepada Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik KPU RI, Ilham Saputra. DKPP menyatakan Ilham melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi peringatan keras serta pemberhentian dari jabatan ketua divisi.

Sedangkan Evi Novida Ginting mendapat sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Ketua Divisi SDM, Organisasi, Diklat dan Litbang KPU RI. [ton]

Komentar

Embed Widget
x