Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:11 WIB

Jenderal Bintang 3 Diperiksa Tim Pakar, Siapa?

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 10 Juli 2019 | 16:28 WIB
Jenderal Bintang 3 Diperiksa Tim Pakar, Siapa?
Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sosok Jenderal Bintang 3 polisi aktif yang diperiksa oleh tim pakar bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih misteri. Polri menyebut tak tahu menahu soal hal tersebut.

"Kita kan belum tahu detailnya, makanya kemarin itu tim pakar menyerahkan hasilnya kepada pak Kapolri, pak Kapolri sedang mempelajari, kami sebagai pejabat utama belum tau hasilnya itu. Nanti detailnya satu minggu ke depan akan disampaikan oleh tim pakar beserta kami," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Iqbal mengatakan laporan hasil tim pakar yang bekerja selama 6 bulan terkahir tengah dipelajari oleh Kapolri. Termasuk, laporan pemeriksaan terhadap sosok Jenderal Bintang 3 itu.

"Kita belum tahu (siapa jenderal bintang 3 yang diperiksa) sedang dipelajari oleh pak Kapolri," jelasnya.

Sebelumnya, Tim gabungan ungkap kasus teror penyidik KPK, Novel Baswedan mengaku telah memeriksa Jenderal Polisi bintang 3 atau Komjen. Jenderal itu diperiksa karena disebut-sebut terlibat dalam teror terhadap Novel Baswedan.

"Dalam kasus ini juga ada Jenderal-Jenderal bintang 3 yang diperiksa, jangan salah. Semua yang disebut, dituduh, kita periksa lagi," kata anggota tim gabungan, Hermawan Sulistyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Hermawan atau akrab disapa Prof Kiki ini mengatakan semua yang sudah pernah dilakukan penyelidikan oleh Polri didalami lagi oleh tim gabungan. Termasuk, isu-isu yang menyeret Jenderal Polisi aktif yang diduga terlibat dalam teror terhadap penyidik senior KPK itu.

"Semua kita periksa lagi. Semua yang diperiksa oleh penyidikan penyidikan yang lama (kita periksa). Semua Jenderal aktif semua kita periksa. Kami pekerja independen," tegas Prof Kiki. [adc]

Komentar

x