Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 04:59 WIB

Jokowi Senang Kepercayaan Publik ke Polri Naik

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:45 WIB
Jokowi Senang Kepercayaan Publik ke Polri Naik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri meningkat, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri menjadi kondusif.

"Kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat," kata Jokowi di Monas, Rabu (10/7/2019).

Menurut dia, hal tersebut ditunjukkan oleh berbagai survei yang dilakukan lembaga- lembaga survei yang kredibel dimana Polri menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik setelah KPK dan TNI.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polri dengan dukungan mitra kerja dan masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi dalam kesempatan yang penuh dengan kebahagiaan ini mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri di mana pun mengabdi, kepada mitra kerja Polri serta kepada masyarakat yang telah mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri yang kondusif.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transpransi dalam pengelolaan organisasi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut.

Kemudian, kata Jokowi, laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menunjukkan nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan indeks reformasi birokrasi Polri mengalami peningkatan.

Apalagi, lanjut dia, disertai keberhasilan mewujudkan 69 Zona Integritas terdiri dari 64 Satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 Satker predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

"Hal ini menempatkan Polri pada urutan kedua Kementerian/Lembaga dengan Zona Integritas terbanyak setelah Kementerian Keuangan," tandasnya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x