Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:03 WIB

Bekuk Sindikat Narkoba Polri Sita 50 Kilogram Sabu

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 9 Juli 2019 | 19:42 WIB
Bekuk Sindikat Narkoba Polri Sita 50 Kilogram Sabu
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu di beberapa wilayah. Salah satunya dengan aksi kejar-kejaran dengan mobil pembawa 50 kilogram narkotika jenis sabu di Jalur Lintas Sumatera.

Wadirtipid Narkoba Baresrkim Polri Kombes Krisno Halomoan Siregar mengatakan, pembawa 50 kilogram sabu itu merupakan jaringan asal Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru-Jakarta.

"Mereka masuk lewat Lintas Sumatera, mobil Xenia plat BK artinya dari Medan, menuju sana. Sempat kejadiannya dini hari pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB pagi, sempat terjadi kejar-kejaran di jalan tersebut," kata Krisno di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Krisno mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari penghadangan mobil pembawa sabu pada 18 Juni 2019 di kawasan Bengkalis, Riau. Namun, kendaraan tersebut berhasil lolos.

Penyidik mendapati informasi dari warga bahwa ada sejumlah barang bukti sabu yang dibuang dari mobil tersebut ke selokan. Pengejaran dilakukan hingga kendaraan tersebut diketemukan di dalam hutan.

Pada 19 Juni, tim berhasil meringkus satu tersangka berinisial JO yang bersembunyi di dalam hutan. Pengembangan pun berlanjut hingga penyidik menangkap RO yang menyerahkan diri lantaran dibujuk oleh JO.

Control delivery pun dilakukan. Pada 21 Juni 2019, tim meringkus tersangka AW di sebuah hotel kawasan Pekanbaru, Riau. Dia mengaku akan membawa sabu dari Pekanbaru ke Jakarta dengan dibantu tersangka lainnya, KTR dan DN.

Penyidik pun menciduk KTR dan DN di dalam sebuah bus yang berada di Jalan Lintas Timur, Indragiri Hulu, Riau. Selanjutnya, penyidik menangkap tersangka WW yang mengendalikan barang haram itu di Jakarta.

"Ini yang pertama, 22 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi di Bengkalis, Riau. Ada enam tersangka yang kami tangkap berkelanjutan," jelas Krisno.

Dari rangkaian penangkapan tersebut, penyidik sampai kepada informasi adanya jaringan narkoba Malaysia-Dumai-Medan yang sedang beraksi di sekitaran Pelabuhan Dumai. Tim pun melakukan penyisiran kendaraan dan orang yang dicurigai sebagai pemain barang haram itu.

Masuk Jumat 28 Juni 2019, penyidik melakukan penghadangan sebuah mobil di Jalan Raya Gatot Subroto, Kota Dumai, Riau. Kendaraan tersebut berupaya menerobos dan terjadi aksi kejar-kejaran di jalur Lintas Sumatera tersebut.

"Mobil yang kami kejar sempat terbalik dan meledak. Beruntung yang bersangkutan (tersangka) hidup," kata Krisno.

Saat digeledah, tersangka berinsial AK membawa 50 kilogram sabu yang dipecah dalam tiga buah tas.

Atas perbuatannya, para tersangka yang berhasil diamankan terancam hukuman maksimal pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup. [adc]

Komentar

x