Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 10:33 WIB

Bongkar Kerusuhan 22 Mei

Amnesty Internasional Apresiasi Investigasi Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 8 Juli 2019 | 19:33 WIB
Amnesty Internasional Apresiasi Investigasi Polri
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Amnesty Internasional Indonesia mengapresiasi langkah Polri yang terbuka dalam investigasi kerusuhan 21-22 Mei. Polri disebut memang harus terbuka agar penyebab tewasnya 10 warga sipil dalam kerusuhan tersebut bisa dilihat benderang oleh publik.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kepolisian terkait dengan insiden kekerasan di Kampung Bali (Tanah Abang, Jakarta Pusat), dengan pemberian hukuman disiplin kepada 10 anggota Brimob yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Namun kami sampaikan pula ada insiden kekerasan yang dilakukan oleh anggota Brimob di sejumlah lokasi lainnya, termasuk beberapa insiden di area yang sama di dekat Kampung Bali," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Kasus kekerasan di Kampung Bali yang dimaksud adalah penganiayaan yang dilakukan oleh 10 anggota Brimob Nusantara terhadap Andri Bibir yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Polri sendiri sudah mengakui bahwa anggotanya melakukan penganiayaan.

"Atas penyampaian tersebut, Tim Supervisi Mabes Polri membuka diri dan menjelaskan kepada kami bahwa peristiwa-peristiwa kekerasan lainnya, di luar dari insiden Kampung Bali yang menurut kepolisian dialami oleh Andriansyah (Andri Bibir), itu akan diselidiki," ucap dia.

Soal pertemuan dengan Petinggi Mabes Polri, Usman menyebut bahwa Polri akan terus membuka diri kepada publik terkait investigasi kerusuhan 21-22 Mei.

"Termasuk perihal korban tewas saat kerusuhan di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Polri, kata Usman, juga telah mengirim tim untuk melakukan investigasi di sana.

"Ada dua kasus (korban tewas) lagi yang harus dijelaskan. Pertama adalah kasus Farhan dan kedua itu saya lupa. Itu juga dari pihak kepolisian akan dilanjutkan proses investigasi yang berikutnya tentang siapa yang melakukan penembakan terhadap tujuh orang lainnya di luar dari Abdul Aziz dan Harun Al Rasyid. Termasuk yang Pontianak, Tim Mabes Polri juga sudah ke Pontianak," ucap Usman.

Polri sebelumnya mengakui 10 anggota Brimob menganjaya Andri Bibir di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat saat Kerusuhan 21-22 Mei pecah. Aksi penganiayaan itu disebut Polri karena salah satu komandan Briomb dilempari panah dan membuat komandan tersebut terluka.

Akibatnya, emosi para anggota Brimob tak bisa dibendung. Namun, Polri menegaskan sanksi kode etik terhadap 10 anggota itu akan diberikan oleh satuan masing-masing. [adc]

Komentar

Embed Widget
x