Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:10 WIB

Kasus Novel

Pegawai KPK Tunggu Hasil Tim Bentukan Polri Usut

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 8 Juli 2019 | 15:32 WIB
Pegawai KPK Tunggu Hasil Tim Bentukan Polri Usut
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wadai Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tim khusus bentukan Polri menghasilkan kerja yang siginifikan.

Hal itu menyusul telah berakhirnya masa kerja tim khusus yang dibentuk untuk mengungkap serangan terhadap Penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Sehubungan dengan telah berakhirnya tugas tim pencari fakta yang dibentuk Kapolri, kami berharap ada hasil signifikan dan bukti kuat yang ditemukan tim yang antara lain terdiri dari pakar dibidangnya," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap melalui pesan singkat, Senin (8/7/2019).

Hari ini merupakan hari ke-818 kasus penyiraman air keras terhadap Novel mangkrak. "Karena kami pegawai KPK dan tentu saja rakyat Indonesia tentu menanti siapakah pelakunya baik di lapangan maupun jika ada aktor intelektualnya serta motif dibelakangnya," ujarnya.

Yudi juga berharap pengungkapan kasus Novel menjadi pintu masuk kepolisian untuk mengungkap pelaku teror-teror terhadap pegawai KPK lainnya. Khususnya, teror terhadap dua pimpinan KPK beberapa waktu lalu.

"Misalnya peletakan benda di duga bom di rumah Ketua KPK (Agus Rahardjo) dan pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK (Pak Laode M Syarif)," pungkasnya.

Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian gagal mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Padahal, tim khusus ini memiliki waktu 6 bulan untuk mengungkap kasus tersebut.

Tim ini dibentuk Tito Karnavian pada 8 Januari 2019, dengan jumlah anggota sebanyak 65 orang. Namun, hingga berakhirnya masa kerja pada 7 Juli 2019, tim tersebut tidak mampu mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri Novel. [rok]

Komentar

x