Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 05:18 WIB

DPRD Protes Sikap Wakil Gubernur Sulsel

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 30 Juni 2019 | 14:40 WIB
DPRD Protes Sikap Wakil Gubernur Sulsel
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid protes atas sikap Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hentikan acara musik karena mengganggu tidur siang.

Acara tersebut bertajuk Makassar Millenial Sound yang digelar oleh Forum Kreatifitas Pemuda (FKP) Sulsel di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar, Kamis (27/6/2019).

"Jangan seperti itu lagi lah, jauh itu jaraknya 200 meter padahal dari rumah dinas. Wagub sebelumnya juga enggak pernah merasa terganggu, saya juga kaget. Kafe itu kan punya izin, enggak boleh dilarang," kata Kadir saat dihubungi wartawan, Minggu (30/6/2019).

Menurut dia, Andi Sudirman sebagai wakil gubernur harusnya mengayomi masyarakat. Sehingga, jangan mengulangi lagi dengan melarang-larang masyarakat yang menggelar kegiatan.

Apalagi, kata dia, kafe juga tentu mempunyai izin untuk setiap menggelar kegiatan dan jaraknya juga sekitar 200 meter dari kafe. Bahkan, kafe tersebut sudah sering mengadakan event-event musik.

"Saya kira tidak boleh begitu, tidak boleh wagub langsung suruh berhenti begitu. Kan itu jauh dari rumah jabatan, enggak boleh begitu biar tetangga saja enggak boleh begitu. Padahal dulu enggak pernah, saya juga kaget," ujarnya.

Sementara Pengamat Kebijakan Publik, Syaufan Rozi Soebhan mengatakan harusnya Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan melibatkan untuk pengembangan musik dan lagu nusantara.

"Sehingga saling sinergi bukan clash atau konflik kepentingan. Solusinya mesti ada dialog antargenerasi untuk saling memahami kebiasaan dan keunikan masing-masing soal tradisi siesta atau tidur siang dan ekonomi kreatif," kata Soebhan.

Sedangkan Pengamat Kebijakan Publik, Lisman Manurung mengatakan konser musik di ruang publik harus menyesuaikan juga sehingga tidak memberikan dampak buruk kepada masyarakat setempat.

"Perhelatan yang menggunakan pengeras suara di ruang publik perlu diukur eksternalitas negatif atau dampak buruknya pada lingkungan luar," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x