Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 06:54 WIB

BPN: Pelajaran dari Sidang MK Selamatkan Negeri

Oleh : Fadli Zikri | Rabu, 26 Juni 2019 | 22:11 WIB
BPN: Pelajaran dari Sidang MK Selamatkan Negeri
Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan permohonan gugatan Pilpres 2019 oleh pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 ke Mahkamah Konstitusi (MK), dilakukan untuk masa depan demokrasi Indonesia.

"Pelajaran yang penting dari sini adalah kita menyelamatkan negeri. Bangsa ini adalah bangsa yang beradab. Orang menang kalah pemilu itu biasa, tapi ketika ini dihasilkan dan menghasilkan kecurangan saya kira jika kita membiarkan ini menjadi sesuatu yang tidak ada komitmen dalam menjaga keutuhan negeri dan kualitas negara," kata Ferry di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Dari semua bukti dan saksi yang dihadirkan di MK oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Ferry menegaskan hal tersebut sesuai apa yang terjadi di lapangan.

Bahkan lanjutnya, kecurangan yang Terstruktur, Sistemtis dan Masif (TSM) itu terjadi baik antara petugas dari penyelenggara pemilu maupun tim pasangan Capres petahana itu diketahui oleh masyarakat luas dengan adanya kemajuan teknologi.

Oleh karena itu, Ferry menekankan, sengketa Pilpres 2018l9 yang diajukan di MK bukan soal Prabowo-Sandi, melainkan hak dan kedaulatan rakyat yang dicurangi.

"Kuasa hukum Prabowo-Sandi menyampaikan data-data yang sangat detail dan menghadirkan (saksi) beberapa orang, dan memang itu lah yang terjadi. Lalu dipertanyakan kenapa enggak diadukan? Ya mau mengadu kemana, ya pelakunya yang bersangkutan kok. Sejatinya pemilu itu adalah kedaulatan rakyat," paparnya.

Menurut Ferry, pasca reformasi penyelenggaran Pemilu 2019 ini paling buruk karena kecurangan yang TSM dan jelas disaksikan oleh publik. "Ini KPU paling jelek dan paling tidak jujur. Itulah ketika KPU melawan takdirnya," tandas Ferry. [ton]

Komentar

x