Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 00:01 WIB

Polri Sebut 2019 Penyebaran Hoax Meningkat

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 26 Juni 2019 | 20:31 WIB
Polri Sebut 2019 Penyebaran Hoax Meningkat
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan penyebaran hoax dan ujaran kebencian selama tahun 2019 meningkat dibanding tahun 2018.

Di tahun 2018, kejahatan dunia maya yang sudah selesai sampai tahap pelimpahan kejaksaan sebanyak 188 kasus.

"Kalau data dari Siber Januari - Desember itu penyebaran hoax ada 52 kasus, ada 18 kasus yang selesai. Untuk pencemaran nama baik 1271 kasus. Ada 556 kasus yang sudah selesai. Kemudian ujaran kebencian ada 255 kasus, 118 yang sudah selesai," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Dedi mengatakan di tahun 2019 sampai bulan Juni terdapat 51 kasus penyebaran hoax, yang mana 32 kasus sudah selesai di tahap putusan pengadilan.

"Untuk 2019, Januari sampai Juni, itu ada 51 kasus, ada 32 kasus yang selesai. Artinya ada peningkatan disitu. Kalau tahun lalu itu satu tahun 52 kasus. Tahun ini dari Januari sampai Juni ada 51 kasus," ucapnya.

"Untuk pencemaran nama baik itu 657 kasus, ujaran kebencian 101 kasus di tahun 2019 yang ditangani Ditsiber dan Polda," sambung Dedi.

Dedi menambahkan penyebaran konten-konten negatif di media sosial sudah dipantau oleh Dittipdsiber Bareskrim Polri bekerjasama dengan Kominfo dan Badan Siber Sandi Negara (BSSN). Oleh karena itu, Dedi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.

"Kami sudah mendeteksi berbagai macam akun yang sifatnya provokatif, menyebar hoax, narasi ujaran kebencian," terang dia. [ton]

Komentar

x