Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 10:31 WIB

Saksi Akui Kumpulkan Uang untuk Menjamu Menag

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 26 Juni 2019 | 19:11 WIB
Saksi Akui Kumpulkan Uang untuk Menjamu Menag
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Zuhri, mengakui mengumpulkan uang untuk operasional Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat kunjungan ke Jawa Timur.

Total uang Rp72 juta dikumpulkan Zuhri dari seluruh Kantor Kemenag Jawa Timur.

"Memang pas waktu mau melaksanakan Rakorpim di tingkat Kanwil, kami tahu-tahu dipanggil atau diminta pak Haris. Biasa saya manggil pak Haris mas, atau kang, 'mas saya minta tolong nanti teman-teman kalau ada yang nitip uang dibantu ya'," kata Zuhri dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Uang tersebut dikumpulkan terkait pelaksanaan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) di Kanwil Kemag Jatim di Hotel Mercure, Surabaya pada 1 Maret 2019.

"Kurang lebih Rp72 juta. Itu yang terkait kegiatan tanggal 1 Maret," katanya.

Zuhri awalnya tak tahu tujuan pengumpulan uang tersebut. Jaksa kemudian membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Zuhri saat diperiksa penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Haris. Dalam BAP tersebut, Zuhri mengakui uang tersebut dipergunakan untuk menambah dana transportasi Menteri Lukman.

"Menggalang dana kegiatan yang nantinya dipergunakan untuk menambah transportasi Menteri Agama RI dan Sekjen Kemag yang sedang berkegiatan di wilayah Jatim. Saya menanyakan itu uang apa, itu untuk penambahan uang operasi dan kedatangan tambahan pak menteri dan pak Sekjen'," kata Jaksa KPK membacakan BAP Zuhri.

Zuhri membenarkan isi BAP tersebut. Dikatakan, uang tersebut dipersiapkan untuk operasional pengawal Lukman. "Itu untuk bahan persiapan kedatangan pak Menteri, barangkali ada yang namanya operasional untuk yang kawal pak Menteri," katanya.

Menag Lukman yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kali ini mengaku tak tahu menahu mengenai uang tersebut."Karena yang resmi saya harus menandatangani tanda terima. Jadi kalau ada pemberian dari siapapun juga melalui ajudan saya yang tidak ada tanda terimanya saya tekankan jangan pernah terima itu," katanya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x