Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:20 WIB

Jaksa Putar Rekaman Telepon Menag di Persidangan

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:43 WIB
Jaksa Putar Rekaman Telepon Menag di Persidangan
(Foto: Inilahcom/Eusebio CM)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutar rekaman percakapan telepon Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa dua pejabat Kemenag, Lukman hadir sebagai saksi.

Awalnya, Jaksa Takdir Abdulbasir menanyakan jabatan Lukman di PPP, partai yang dulunya dipimpin Romahurmuziy (Rommy).

Setelah mendapat penjelasan, jaksa Takdir kemudian meminta izin majelis hakim untuk memutar hasil sadapan percakapan telepon antara Lukman dengan Gugus, staf khusus Lukman di Kemenag sekaligus kader PPP.

"Assalamualaikum, itu tolong cepet tanyakan ke ketum yang (kanwil) Sulbar giman, lalu kemudian jawa timur bagaimana. Dua itu aja," bunyi suara Lukman diujung telepon saat diputar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Sementara lawan bicara Lukman ditelepon, Gugus, hanya menjawab 'enggeh (baik)' atas permintaan bosnya tersebut.

Jaksa kemudian mengkonfirmasi alasan Lukman meminta pendapat Rommy untuk posisi jabatan di Kemenag. Padahal diketahui Rommy bukanlah orang Kemenag.

"Minta pandangan ketum soal sulbar, termasuk jawa timur. Dari dia (Rommy) sendiri saja dua nama yang muncul. Haris didukung beberapa tokoh, dia mengusulkan nama yang berbeda. Masukan, bukan perintah," bebernya.

"Lalu apa tanggapan Ketum atas permintaan saudara?, tanya jaksa Takdir ke Lukman.

"Sampai dengan saat ini saya tidak mendapatkan respon balik," jawabnya.

Menag Lukman dihadirkan sebagai saksi dalam perkara suap jual beli jabatan di Kemenag. Dua terdakwa dalam perkara ini, Haris Hasanuddin (Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur) dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi, didakwa menyogok eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) untuk mendapatkan posisi di Kemenag. [ton]

Komentar

x