Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:03 WIB

Dua Kecamatan Magetan Dilanda Kekeringan

Oleh : Aris Danu | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:36 WIB
Dua Kecamatan Magetan Dilanda Kekeringan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 7.000 warga dari dua kecamatan di Magetan mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Pemkab Magetan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera menyalurkan air bersih.

"Hitungannya untuk terdampak, kami pun sampai saat ini hampir mendekati 7.000 jiwa lima desa di dua kecamatan. Saat ini upaya kami sudah lakukan droping air," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Sahputra kepada wartawan di kantornya, Rabu (26/6/2019).

Fery menuturkan, dari lima desa yang terdampak, dua desa di antaranya di Kecamatan Karas mengalami kekeringan parah. Yakni Desa Karas dan Kuwon. Sedangkan tiga desa lainnya berada di Kecamatan Parang. Yakni Desa Trosono, Sayutan dan Bungkuk.

"Wilayah terdampak kekeringan yang pertama di Kecamatan Karas ada dua desa. Yakni Karas maupun di Desa Kuwon. Untuk di Kecamatan Parang itu ada tiga desa, Trosono, Sayutan dan Bungkuk," paparnya.

Terkait bencana kekeringan ini, pihaknya telah meminta bantuan penyaluran air bersih dari PDAM. Namun karena terbatasnya kapasitas tangki air warga diminta bersabar.

"Jadi kalau kami dari BPBD kebetulan armada juga hanya satu unit, dan luasan wilayah itu juga dimungkinkan akan bertambah. Apalagi kebutuhan untuk air bersih ini kan juga sangat penting dibutuhkan oleh masyarakat. Upaya yang kami lakukan sebelum puasa kemarin sudah komunikasi koordinasi dengan teman-teman di PDAM. Nanti yang akan membantu dalam pelaksanaan kegiatan droping air bersih," katanya.

Upaya bantuan air bersih sudah dilakukan sejak tanggal 18 Juni lalu. Untuk bantuan air bersih, BPBD Magetan menyalurkan 12 tanki per hari. Hingga saat ini telah menyalurkan sebanyk 42 ribu liter air.

"Data kami kemarin kalau dihitung semuanya itu per hari 12 ret tangki armada. Konsekuensinya harus balik ini harus bolak-balik 12 kali karena terbatasnya armada. Desa trosono jadi prioritas upaya kami sementara waktu ini," ujarnya.

Fery menambahkan, BPBD memanfaatkan 15 tandon air yang disebar di lima desa tersebut. Pendistribusian langsung melalui tandon agar efektif tidak antre dan berebut. Satu tandon air melayani 2 sampai 3 RT. [ton]

Komentar

x