Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:41 WIB

Mahfud: Istilah Mahkamah Kalkulator Sejak 2009

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 26 Juni 2019 | 05:11 WIB
Mahfud: Istilah Mahkamah Kalkulator Sejak 2009
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan istilah 'Mahkamah Kalkulasi' untuk Mahkamah Konstitusi bukan hal yang baru muncul pada Pemilu 2019.

"Tahun 2009, MK sendiri sudah mendeklarasikan dirinya tentang itu," kata Mahfud lewat twitternya yang dikutip Selasa (25/6/2019).

Memang, Mahfud mengunggah sebuah kliping media cetak ternama yang menuliskan tentang 'MK bukan Mahkamah Kalkulasi'.

"Setelah itu, peradilan pemilu mengenai rumus pelanggaran TSM (terstruktur, sistematis dan masif) sampai sekarang," ujar Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Menurut dia, kliping yang diunggahnya itu menjadi bukti bahwa 'fungsi MK bukan sebagai mahkamah kalkulator' itu bukan hal yang baru ditemukan atau diteorikan oleh orang yang sekarang berperkara di Mahkamah Konstitusi.

"Tapi sudah lama (lebih dari 10 tahun yang lalu) dideklarasi oleh MK sendiri dan menjadi bagian dari tata hukum kita sampai sekarang," jelas dia.

Untuk diketahui Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menjadi mahkamah kalkulator.

"MK dalam berbagai putusannya telah memutuskan berbagai perkara sengketa pemilihan, khususnya pilkada, dengan menggunakan prinsip terstruktur, sistematis, dan masif. Kami coba mendorong MK bukan sekadar mahkamah kalkulator, yang bersifat numerik," kata BW.

Komentar

x