Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:38 WIB

Dilarang Aksi 28 Juni di MK, PA 212 Jamin Tertib

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 24 Juni 2019 | 15:40 WIB
Dilarang Aksi 28 Juni di MK, PA 212 Jamin Tertib
Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri melarang aksi unjuk rasa 28 Juni yang digagas Perasaudaraan Alumni (PA) 212 di kawasan Mahkamah Konstitusi (MK) saat pembacaan putusan sengketa Pilpres. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin menjamin aksi ini akan berjalan tertib.

"Pada dasarnya kita menjamin acara berjalan tertib dan aman sebagaimana aksi tanggal 14 Juni dan 18 juni yang akhirnya pihak kepolisian bisa bekerja sama dengan kami dalam menjaga ketertiban dan keamanan walau sempat kami dilarang ketika itu," kata Novel kepada INILAHCOM, Senin (24/6/2019).

Novel mengaku sudah tahu bahwa jalan di sekitar MK sudah untuk disterilkan. Aksi yang diklaim akan diikuti oleh 100 ribu massa ini tetap akan digelar, namun berpusat di Patung Kuda, Monas, Jakarta.

"Kalau di depan MK jelas sudah distrelisasi jadi kami tetap di depan patung kuda lagi," ucap Novel.

PA 212, GNPF, dan sejumlah organisasi lain akan menggelar aksi mengawal sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, 28 Juni, saat pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2019. Aksi ini disebut untuk membela agama demi menegakkan keadilan.

Polri sebelumnya melarang adanya aksi 28 Juni di depan gedung MK. Aksi ini dilarang sesuai dengan UU Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum karena akan mengganggu ketertiban umum. Kawasan MK yang merupakan jalan protokol juga dilarang untuk keramaian massa.

"Mabes Polri sudah mengimbau agar tidak melakukan mobilisasi massa pada tanggal 26 Juji, 27 Juni, 28 Juni, maupun pasca 29 Juni," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

"Dan Mabes Polri juga sudah menyampaikan, untuk di area Gedung MK itu adalah area steril. Tidak boleh ada kegiatan massa di sana. Demo di sana tidak boleh," sambung Dedi. [rok]

Komentar

x