Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:16 WIB

Polri Larang Aksi 28 Juni di MK, Ini Alasannya

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 24 Juni 2019 | 14:22 WIB
Polri Larang Aksi 28 Juni di MK, Ini Alasannya
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri melarang aksi 28 Juni yang akan digelar oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Polri menyebut area MK merupakan area protokol yang dilarang untuk keramaian massa.

"Polri juga sudah menyampaikan, untuk di areal Gedung MK itu adalah area steril. Tidak boleh ada kegiatan massa di sana. Demo di sana tidak boleh," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Dedi mengatakan ketentuan larangan aksi di gedung MK ini tertuang dalam Pasal 6 UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Sebab, jalan di depan MK merupakan jalan protokol.

"Bahwa aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak mana pun dilarang karena melanggar UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, Pasal 6, yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain," jelas Dedi.

Dedi menambahkan polisi juga berkaca pada aksi 21-22 Mei lalu dimana aksi itu yang awalnya damai, namun berujung ricuh. Meski begitu, personel sudah disiagakan di kawasan MK dan jalan protokol lainya untuk mengantisipasi adanya massa.

"Ini berdasarkan pertimbangan waktu 21 22 Mei. Tentunya dari prediksi-prediksi intelejen. Analisa intelijen, dalam rangka mengantisipasi segala macam potensi gangguan Kambtibmas. Artinya polisi berpikir tidak boleh underestimate dan kita tau massa-massa tahapan di akhir keputusan MK itu masa-massa yang cukup rawan," terang Dedi.

PA 212, GNPF, dan sejumlah organisasi lain diketahui akan menggelar aksi mengawal sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat, 28 Juni, saat pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2019. Juru bicara PA 212, Novel Bamukmin menyebut aksi ini aksi damai untuk membela agama agar keadilan ditegakkan. [rok]

Komentar

x