Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 10:31 WIB

Gerindra: Faldo Cuma Cari Sensasi

Senin, 24 Juni 2019 | 04:09 WIB
Gerindra: Faldo Cuma Cari Sensasi
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade menyebut pernyataan Faldo Maldini, Wasekjen PAN soal kemungkinan Gerindra bergabung di kabinet Jokowi tak lebih dari cari sensasi.

Apalagi menurut Andre, pernyataan Faldo itu dilontarkan di akun Youtube pribadinya.

"Faldo ini cari sensasi buat nambah subscribers. Dia melihat ini peluang buat menambah popularitas, supaya diundang televisi lagi setelah gagal nyaleg," kata Andre kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

Gerindra kata Andre, lebih memilih fokus mengikuti sidang sengketa Pilpres 2019 di MK ketimbang menanggapi serius ucapan Faldo tersebut.

"Yang jelas saya ingin menegaskan sikap Gerindra, fokus kami di MK. Kami tidak seperti partai lain yang minta-minta jabatan ke Pak Jokwoi untuk masuk kabinet. Kami tidak datang, lalu deal-deal di belakang layar dengan Pak Jokowi," kata Andre.

Sebelumnya, Faldo Maldini, mengunggah video bertajuk 'Prabowo (Mungkin) Gabung Jokowi'. di YouTube Channel miliknya. Dalam video itu, Faldo menilai ide Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi merupakan pilihan realistis.

"So, mungkin nggak yang 12% gabung sama Jokowi? Gue nggak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik," kata Faldo dalam videonya, Minggu (23/6).

Namun, lanjut Faldo, hal sebaliknya juga mungkin terjadi. Saat ini, hasil Pilpres 2019 masih menunggu keputusan persidangan sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Faldo, jika Prabowo dinyatakan menang pilpres, Jokowi bisa saja bergabung di pemerintahan eks Danjen Kopassus itu.

"Balik lagi kalau misal Pak Prabowo Subianto memilih gabung dengan Pak Jokowi kalau misal Pak Jokowi terpilih. Atau entah siapa pun yang menang. Misal Pak Jokowi gabung ke Pak Prabowo. Pak Prabowo jadi wantimpres atau Pak Jokowi jadi penasihat presiden, Kiai Ma'ruf jadi menteri atau penasihat presiden, Bang Sandi jadi menteri mungkin," sebutnya.

Komentar

x