Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 05:09 WIB

Masyarakat Dorong KPSN Terus Bersihkan PSSI

Jumat, 21 Juni 2019 | 12:53 WIB
Masyarakat Dorong KPSN Terus Bersihkan PSSI
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Para pemuda, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya memberikan dukungan kepada Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) untuk terus melakukan pembersihan di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), kendati Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri akan dibubarkan pada 21 Juni 2019.

Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan mereka dengan Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019) sore.

Hadir dalam pertemuan itu Ahyar Al Rasyid dari Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pendri Sitompul dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, Abidin dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lisman Hasibuan, Ketua Forum Silaturahmi Pecinta Sepak Bola Indonesia (FSPSI) Agung Tamtam, dan perwakilan dari Milenial Pecinta Bola.

Ahyar Al Rasyid mengapresiasi langkah KPSN menginisiasi pemberantasan match fixing atau pengaturan skor pertandingan, sehingga sedikitnya sudah ada 17 orang yang menjadi tersangka/terdakwa, termasuk mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, sesuatu yang belum pernah terjadi di negara mana pun.

"Ada atau tidak ada Satgas, KPSN harus melanjutkan pembersihan PSSI, terserah bagaimana caranya," ujarnya.

Sedemikian kesalnya kepada PSSI, Agung Tamtam bahkan mendesak KPSN untuk mengambil alih pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk memilih ketua umum baru yang menurut jadwal PSSI akan digelar pada 25 Januari 2020, setelah sebelumnya digelar KLB untuk merevisi Statuta dan Kode Etik PSSI, serta pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) pada 13 Juli 2019.

"KLB harus dipercepat. Kalau diserahkan ke PSSI, orang-orang itu juga yang akan tetap bercokol. Semua orang lama harus dilarang mencalonkan diri lagi. Ini demi terciptanya PSSI yang bersih," jelasnya.

Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro dari Keraton Surakarta menambahkan, bila para mahasiswa itu serius hendak membersihkan PSSI, maka mereka harus ikut berjuang bersama-sama dengan KPSN.

"Bahkan kalau perlu gelar demo di Satgas Antimafia Bola agar tidak dibubarkan, dan pemberantasan match fixing pun dituntaskan sampai ke akar-akarnya. Apa yang dilakukan Satgas baru di riak-riak permukaan saja, akar-akarnya belum tersentuh," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono mengapresiasi dukungan yang diberikan para pemuda, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya itu. "Ternyata KPSN tidak berjuang sendirian, bahkan mendapat energi baru. Artinya, banyak masyarakat yang menghendaki perubahan di PSSI," katanya.

Suhendra juga memastikan KPSN akan tetap berjuang membersihkan PSSI meski tanpa Satgas Antimafia Bola. Bahkan tanpa Satgas, KPSN akan lebih leluasa melaporkan kasus-kasus berikutnya ke Polri. "Tapi, kita harus taat asas. Apa pun yang kita perjuangkan harus sesuai aturan yang berlaku," tuturnya.

Meski tidak berniat maju sebagai calon ketua umum, namun menurut Suhendra KPSN siap membiayai KLB PSSI sehingga akan menjadi kongres yang palung bersih dan mandiri sepanjang sejarah sepak bola Indonesia, demi menciptakan pengurus PSSI yang bersih dan berwibawa.

"Ini agar PSSI tak tersandera kepentingan sponsor. Saya juga tidak ada kepentingan apa pun selain ingin membersihkan PSSI dan menjadikan sepak bola Indonesia berprestasi," tandasnya. [*]

Komentar

x