Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 06:18 WIB

Moeldoko : Intinya Supaya Saksi Lebih Waspada

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 21 Juni 2019 | 03:00 WIB
Moeldoko : Intinya Supaya Saksi Lebih Waspada
Kepala Staf Presiden, Moeldoko - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Staf Presiden, Moeldoko angkat bicara karena disebut oleh saksi dalam sidang gugatan hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai bahwa kecurangan adalah bagian demokrasi.

"Konteksnya adalah saya selaku (wakil ketua) TKN memberikan pembekalan kepada para saksi. Intinya adalah supaya para saksi itu lebih waspada, lebih hati-hati melihat situasi," kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Saat itu, Moeldoko menceritakan dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan itu apa saja bisa terjadi termasuk juga kecurangan. Untuk itu, para saksi diminta harus kerja sungguh-sungguh.

Bahkan, Moeldoko meminta kepada para saksi harus militan dan jangan meninggalkan tempat. Kemudian, saksi yang memakai kaca mata harus maju ke depan agar sungguh-sungguh memahami apa yang dikerjakan oleh para penghitung suara itu.

"Itulah konteksnya seperti itu. Jadi tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang, dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar, itu sebuah pelintiran yang ngawur," ujarnya.

Apalagi, kata Moeldoko, saksi pun mengakui kalau mantan Panglima TNI ini tidak mengajarkan atau menekankan untuk berbuat curang. Sebab, memang konteksnya mengingatkan para saksi pasangan Jokowi-Maruf agar cermati situasi.

"Saya tidak pernah mengajarkan untuk berbuat curang, enggak ada. Yang saya tekankan adalah bagaimana harus waspada, harus mencermati situasi, siapa tau nanti terjadi kecurangan. Itulah konteksnya seperti itu, jadi jangan salah dan jangan dibalik balik," jelas dia. [wll]

Komentar

x