Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:57 WIB

Perempuan Rentan Jadi Target Paham Radikal

Kamis, 20 Juni 2019 | 22:52 WIB
Perempuan Rentan Jadi Target Paham Radikal
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati mengatakan perempuan Indonesia rentan menjadi target radikalisasi. Menurut dia, faktor agama, sosial dan kultural cenderung menempatkan perempuan dalam posisi marjinal dan subordinat.

"Mereka direkrut dan diinvestasikan melalui pernikahan dimana secara sosial perempuan dipandang sekadar objek yang harus patuh dan tunduk sepenuhnya terhadap pasangannya," kata Nuning, Kamis (20/6/2019).

Ia menjelaskan dengan kultur patriarki di Indonesia yang menempatkan perempuan dalam posisi marjinal dan subordinat, maka perempuan Indonesia akan lebih mudah menjadi terpapar radikalisme.

"Kemudian mendapat indoktrinasi bahwa ideologi pancasila dan sistem demokrasi adalah buatan thoghut sebagai faktor untuk meneguhkan legitimasi agama," ujarnya.

Menurut dia, perempuan di pedesaan dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah jauh lebih mudah terpapar radikalisme. Bahkan, radikalisme sudah masuk perkotaan.

"Jaringan teroris ini melakukan cipta kondisi di media sosial untuk melanggengkan kultur patriarki melalui kampanye terstruktur dan masif mengenai poligami dan gerakan lainnya," jelas dia.

Oleh karena itu, Nuning mengatakan selain penanggulangan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) perlu juga fokus pada faktor pencegahan arus radikalisasi di kalangan perempuan Indonesia.

"Stakeholder lainnya perlu meningkatkan upaya internalisasi nilai kesetaraan dan keadilan gender, agar perempuan Indonesia dapat lebih berdaya melawan dominasi kultur patriarki," tandasnya. [ton]

Komentar

x