Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:51 WIB

Kuliah di Malang, Mahasiswa asal Medan Jual Ganja

Oleh : Aris Danu | Kamis, 20 Juni 2019 | 18:21 WIB
Kuliah di Malang, Mahasiswa asal Medan Jual Ganja
(Foto: ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Jauh-jauh menimba ilmu ke Kota Malang, JSP (20), mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Malang diamankan polisi karena berjualan ganja. JSP merupakan mahasiswa pendatang asal Medan.

JSP ditangkap karena menjual 60 paket ganja kering. Selain JSP, polisi juga mengamankan tersangka lain yakni MIR (19) dan MSP (23) beserta barang bukti ganja kering. Hasil pengembangan penyelidikan, polisi juga menangkap MIL (24), yang juga berstatus mahasiswa di perguruan tinggi yang sama dengan JSP.

Wakapolres Malang Kota Kompol Ari Trestiawan mengatakan pengungkapan berawal dari laporan masyarakat tentang adanya rumah kos yang sering digunakan sebagai sarang penyalahgunaan narkoba.

"Total barang bukti yang diamankan sebanyak 373,52 gram ganja kering. Yang kesemuanya sudah dijadikan paketan siap jual dengan total 60 paket," kata Ari kepada wartawan di Mapolres Malang Kota, Kamis (20/6/2019).

Ari menjelaskan ganja siap jual itu milik JSP dan MIR. Keduanya mendapatkan ganja dengan membeli dari MSP warga Simpang Sulfat, Kota Malang. Untuk 100 gram ganja dibeli secara patungan seharga Rp 1,2 juta.

"JSP dan MIR membeli patungan, masing-masing Rp 600 ribu, kepada MSP. Kemudian terungkap keterlibatan tersangka lain yakni MIL yang memesan ganja dari seseorang asal Medan kini berstatus buron," terang Ari.

Polisi menduga, keempatnya merupakan jaringan pengedar ganja di Kota Malang.

Keempat tersangka dihadirkan polisi ketika merilis pengungkapan kasus ini. MIL sendiri mengaku, baru sekali, mengedarkan ganja kering.

"Saya jual Rp 100 ribu per poket. Ini baru sekali jual," kata mahasiswa asal Medan ini.

Polisi menjerat JSP, MIR, dan MIL dengan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan MSP dengan Pasal 114 ayat 1 serta Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. [ton]

Komentar

Embed Widget
x