Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 02:29 WIB

Mahfud Nilai Kesaksian Keponakannya di MK Mentah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 20 Juni 2019 | 17:32 WIB
Mahfud Nilai Kesaksian Keponakannya di MK Mentah
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menilai kesaksian keponakannya yakni Hairul Anas Suaidi sangat mentah dalam sidang sengketa hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, Hairul menyebut netralitas aparat karena digunakan untuk mengkampanyekan keberhasilan program Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Padahal, itu merupakan hal biasa karena tidak curang.

"Artinya, dari kesaksian yang disampaikan itu ya semuanya mentah, tidak ada kaitannya dengan kecurangan. Dan bukan kecurangan," kata Mahfud di Kantor BPIP (Badan Pengelolaan Ideologi Pancasila), Kamis (20/6/2019).

Selain itu, Mahfud juga membeberkan kesaksian Hairul terkait pidato Kepala Staf Presiden Moeldoko yang menyampaikan bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi.

Menurut dia, semua orang juga bilang seperti itu bukan hanya Moeldoko. Misalnya, ada di buku-buku Franz Magnis Suseno tentang standar ilmu politik.

"Tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang. Hanya bilang bahwa di demokrasi itu biasa terjadi kecurangan, tapi tidak mengajak curang kan," ujarnya.

Kemudian, Mahfud menilai kesaksian Hairul terkait Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin menyerukan golput agar pasangan Jokowi-Maruf menang itu dianggap keliru.

"Itu sebaliknya, justru Pak Jokowi dan TKN berkampanye agar jangan golput. Karena 73 persen dari hasil survei, orang yang mau golput itu ditanya mau pilih Jokowi. Masa mau nyuruh golput. Oleh sebab itu, TKN lalu bicara jangan golput. Itu saya kira keliru," jelasnya. [ton]

Komentar

x