Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:40 WIB

Saksi Tidak Boleh Diperlakukan Seperti Tersangka

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 20 Juni 2019 | 13:14 WIB
Saksi Tidak Boleh Diperlakukan Seperti Tersangka
Salah satu saksi dari pemohon (tim hukum Prabowo-Sandi) dihadirkan dalam sidang ketiga sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019 di Gedung MK, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengingatkan kepada Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) agar tidak memperlakukan para saksi seperti tersangka dalam proses persidangan gugatan hasil pemilu presiden 2019.

Menurut dia, saksi itu adalah orang yang membantu terang suatu persoalan untuk mencari kebenaran materiil.

"Tidak boleh diperlakukan seperti tersangka atau pesakitan," kata Refly lewat twitternya yang dikutip, Kamis (20/6/2019).

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara hakim dan tim hukum pemohon mengenai jumlah saksi.

Pemohon menarik dua saksi dan mengganti dengan dua saksi lainnya yaitu Said Didu dan Haris Azhar. Namun dua saksi Beti dan Lisda yang akan ditarik, terlanjur diambil sumpahnya oleh MK.

"Dari 17 nama itu, kita keluarkan Beti dan Lisda dan kita ganti Said Didu dan Harris Azhar, kami sudah sampaikan ke panitera. Kami tidak tahu kalau saksi Beti masuk ruangan disumpah juga," kata kuasa hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah.

Mendapati hal itu, hakim menegur tim hukum pemohon.

"Saudara jangan menyalahkan Mahkamah, saksi ini sebelum masuk kan Saudara yang atur," kata hakim I Dewa Palguna.

Pemohon menyatakan tidak menyalahkan mahkamah. Akhirnya, sidang diskors oleh ketua majelis sidang untuk istirahat salat Magrib. [rok]

Komentar

x