Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Hari Ini, Polisi Periksa Novel Baswedan

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 20 Juni 2019 | 08:58 WIB
Hari Ini, Polisi Periksa Novel Baswedan
Novel Baswedan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi penyidik dari Polda Metro Jaya untuk memeriksa korban penyiraman air keras Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu rencananya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasusnya.

"Tanggal 20 Juni 2019 dijadwalkan pemeriksaan terhadap pegawai KPK Novel Baswedan di gedung KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/6/2019) malam.

Penyidik Polda Metro Jaya akan didampingi oleh tim ahli atau tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Jadi kami menerima surat dari penyidik Polda Metro Jaya yang akan didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan sebagai saksi terkait dengan penyerangan atau penyiraman air keras yang dilakukan terhadap novel 11 April sekitar 800 hari yang lalu," kata Febri.

Febri memastikan Novel akan hadir dalam agenda pemeriksaan itu. Hal itu, katanya dilakukan untuk menghargai proses hukum dalam kasus yang tengah dijalaninya ini. Meski, kata Febri, pemeriksaan terhadap sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu sudah pernah dilakukan.

"Novel akan hadir besok dalam pemeriksaan tersebut untuk menghargai proses hukum ini. Meskipun sebelumnya pemeriksaan sudah dilakukan sejak Novel dirawat di Singapura," katanya.

Febri mengatakan di pemeriksaan sebelumnya, informasi-informasi yang dibutuhkan penyidik untuk mengungkap kasus yang berumur 800 ini sudah disampaikan Novel. Namun, karena ada permintaan pemeriksaan tersebut, Novel bersedia, dan pihak KPK akan memfasilitasinya.

"Karena ada permintaan pemeriksaan kembali maka Novel bersedia dan KPK memfasilitasi proses pemeriksaan itu di gedung KPK besok pagi pukul jam 10.00," katanya.

Diketahui, Sampai saat ini kasus penyerangan terhadap Novel masih belum terungkap. Pelaku dan aktor intelektual masih bebas berkeliaran. [rok]

Komentar

x