Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:10 WIB

Cerita Relawan Wanita Dipanggil Pukul 11 Malam

Kamis, 20 Juni 2019 | 08:00 WIB
Cerita Relawan Wanita Dipanggil Pukul 11 Malam
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nur Latifah, saksi yang dihadirkan, Tim hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK. Dia menceritakan kejaidan langsung pencoblosan yang dilakukan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 08 Dusun Winosari, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

"Nama ketua KPPS nya Jumadi. Sepengetahuan saya kurang lebih 15 (yang dicoblos petugas KPPS). Saya menyaksikan sendiri. saya disamping saksi-saksi. Saya punya rekaman videonya," kata Nur Latifah, dalam ruang persidangan, Kamis (19/6/2019).

Peristiwa tersebut, bermula dari orang yang memiliki hak suara bertandang ke TPS 08 Dusun Winosari, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Disaat mengambil surat suara, petugas KPPS sudah berjaga-jaga depan bilik suara.

"Pas sampai ke bilik, itu KPPS mencobloskan. Itu kan saya dari sudut terlihat dari samping anggota KPPS Komri yang mencobloskan," tuturnya.

Nur Latifah menjelaskan, dari imformasi yang dihimpun olehnya diketahui bahwa ternyata sudah disepakati secara bersama bahwa bagi pemilih yang tak paham dan sudah lanjut usia dicobloskan oleh petugas KPPS.

"Saya tahu dari warga sana ada kesepakatan. pakai jedah tergantung siapa yang datang. Saya bukan saksi tapi saya relawan dari ABDI. Saya hanya mengawasi saja," tuturnya.

Nur Latifah mengaku mendapat intimidasi dari banyak orang. Bahkan ia mendapat ancaman akan dibunuh. Namun ancaman tersebut bukan didengar langsung, melainkan dari informasi temannya.

"Tanggal 19 April pukul 11 malam saya dipanggil rumah salah satu warga, di sana sudah ada petugas KPPS sudah ada anggota KPPS tokoh masyarakat, tokoh agama, kader partai dan preman. Saya ditanya kenapa ada video yang viral. Saya dengar dari teman saya bahwa saya diancam akan dibunuh," pungkasnya. [wll]

Komentar

x