Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:04 WIB

Sidang Lanjutan PHPU

Saksi Asal Boyolali Ungkap Jalan Tak Diaspal

Kamis, 20 Juni 2019 | 06:00 WIB
Saksi Asal Boyolali Ungkap Jalan Tak Diaspal
(Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 15 saksi fakta dan dua saksi ahli dihadirkan Tim hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6/2019).

Salah satu saksi fakta diketahui bernama, Beti Kristiana berasal dari Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pada kesempatan ini, Beti mengakui bahwa dari Kecamatan Teras ke Kecamatan Juwangi memakan waktu selama 3 jam.

Sementara, Hakim MK menyatakan apabila dilihat dari googlemap jarak tempuh dari Kecamatan Teras ke Kecamatan Juwangi tidak memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Sementara saksi Beti Kristiana, tetap menegaskan bahwa waktu yang ditempuh memang benar adanya, lantaran akses yang dilewati sangat sulit mengingat jalan tidak diaspal.

"Saya jalan 3 jam medannya sangat sulit. jalan tidak ada aspal ," kata Beti, di ruang persidangan.

Pada kesempatan yang sama, anggota tim hukum Jokowi-Maruf Amin, Sirra Prayuna sempat menanyakan saksi Beti Kristiana berperan sebagai apa saat momentum Pilpres 2019.

Kemudian Beti Kristiana menjawab ia sebagai relawan Prabowo-Sandi. Namun ia menegaskan, bahwa ia relawan tanpa nama.

"saya relawan 02. tanpa nama," tandasnya.

Sementara itu, dalam kesaksiannya Beti Kristiana, mengaku menemukan dokumen KPU seperti dibuang dalam 4 karung di halaman Kecamatan Juwangi, pada 18 April 2019 sekira pukul 19.30 WIB.

Dalam 4 karung dokumen KPU itu terdiri dari amplop bertanda tangan, lembaran hologram, segel suara hologram, segel suara pengunci plastik telah digunting, lembaran plano, dan plastik pembungkus kotak suara.

Adapun ditemukan berisi plano atau catatan hasil penghitungan suara di TPS. Dia menduga, isi amplop C1 atau hasil penghitungan di TPS dialihkan petugas PPK ke amplop baru. [wll]

Komentar

x