Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 02:23 WIB

Sidang MK Dimulai dengan Perdebatan Juru Bicara

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 19 Juni 2019 | 10:28 WIB
Sidang MK Dimulai dengan Perdebatan Juru Bicara
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)


INILAHCOM, Jakarta - Sidang gugatan Pilpres 2019 ketiga yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pagi ini, Rabu (10/6/2019) dimulai dengan sejumlah perdebatan.

Perdebatan pertama dimulai mengenai alat bukti tambahan yang diajukan oleh pemohon, tim hukum pasangan Prabowo-Sandi. MK belum dapat melakukan verifikasi mengenai bukti tambahan itu karena belum disusun oleh pemohon.

Menanggapi itu, akhirnya pemohon mencabut bukti yang belum diverifikasi oleh MK. MK pun memberi waktu hingga pukul 12.00 untuk memperbaiki hal tersebut.

"Kami cabut dan tarik saja yang mulia semua hukti yang belum diverifikasi," kata Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Wodjojanto.

Usai perdebatan itu, sidang kembali diwarnai perdebatan mengenai saksi. Salah satunya mengenai ancaman yang dialami saksi. Ada 15 saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini. MK menanyakan apakah saksi pertama yang memberikan keterangan pagi ini, Agus Maksum mendapat ancaman.

Ia mengaku mendapat ancaman ketika jelang Pemilu 17 April.

"Jadi tidak berkaitan dengan ancaman terkait persidangan ini?" tanya hakim kepada Agus.

"Tidak," jawab Agus.

Kemudian sidang kembali diwarnai perdebatan mengenai jumlah juru bicara yang mewakili masing-masing pihak untuk bertanya kepada saksi. MK memberikan jatah hanya tiga juru bicara.

Namun pada pihak termohon mengajukan tiga juru bicara dari kuasa hukum dan dua dari komisioner KPU. Mendapati hal itu, pemohon pun menyampaikan keberatan.

Akhirnya disekapati, bahwa MK hanya memperbolehkan tiga juru bicara dari masing-masing pihak termasuk prinsipal di dalamnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x